08/05/2026
Pangeran Yi He-Boh dan Koki Yon Ji-Lahap awalnya hanya ingin menikmati makan malam biasa.
Tapi begitu hidangan datang ke meja satu per satu, keduanya langsung bingung harus mulai dari mana.
โ๐๐จ๐ซ๐ฐ๐๐ ๐ข๐๐ง ๐๐๐ฅ๐ฆ๐จ๐ง dulu?โ tanya Yon Ji-Lahap menatapnya penuh harap.
Yi He-Boh menggeleng pelan.
โTidakโฆ ๐๐๐ซ๐ฅ๐ข๐ ๐๐ฎ๐ญ๐ญ๐๐ซ ๐๐จ๐๐ฌ๐ญ ini terlalu wangi untuk dilewatkan.โ
Belum sempat memutuskan, aroma dari ๐๐ก๐ข๐๐ค๐๐ง ๐๐๐ฌ๐ญ๐จ ๐๐๐ค๐๐ ๐๐ข๐๐ datang menggoda.
Sementara ๐๐๐ฌ๐ฎ๐ค๐ ๐๐จ๐ฅ๐ฅ terlihat manis sempurna, seperti penutup yang tidak sabar meminta untuk dimakan duluan.
Mereka saling diam beberapa detik.
Sama-sama lapar, sama-sama tidak bisa menentukan pilihan.
โKalau beginiโฆโ
Yon Ji-Lahap akhirnya mengambil garpu sambil tertawa kecil.
โโฆkita makan semuanya saja.โ
Yi He-Boh menghela napas pasrah.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seorang pangeran kalah bukan karena perangโฆ
melainkan karena terlalu banyak menu enak di ๐๐๐๐๐.