17/04/2026
Kritik pada KOPDES/KELMERPUT seringkali terjebak pada pesimisme awal pergeseran otoritas dari KEMENKOP ke KEMHAN. Berkat efisiensi struktur KOTER (khususnya PUSTERAD), target 80 ribu unit terlampaui hanya dalam waktu singkat. Sejak peluncuran bulan Maret 2025 hingga peresmian di Juli 2025, tercatat 81.081 unit berdiri.
Dalam operasionalnya, KODIM melalui DANDIM mengawal ketat level MUSPIDA agar patuh pada BUJUKOPS & BUJUKMIN. Di tingkat kecamatan, KORAMIL memimpin MUSPIKA, sementara BABINSA menjadi ujung tombak RAKORNIS, pendataan warga, & WASKAT memastikan gerak koperasi tidak melenceng dari RENSTRA, BUJUKLAP, & BUJUKLAK. Peran KEMENKOP terlucuti, semata administratif.
Ilmu pengetahuan mencatat koperasi seharusnya jadi wahana masyarakat mengelola kebutuhan, tak tunduk pada mekanisme pasar & dominasi negara. Melalui KOPDES/KELMERPUT, negara & pasar kembali merangsek masuk, mengingatkan pada memori kelam KUD, KOPMA, KOPONTREN, hingga KOSPIN sejak ORBA juga era demokrasi terpimpin kala koperasi jadi kedok KABIR, lintah darat, dan "juragan setan desa".
Skeptisisme juga berdasar "prestasi" KEMHAN di program ketahanan pangan yang abai terhadap perjuangan hak atas tanah untuk petani. Saat petani rata-rata menguasai kurang dari 0,5 ha, negara justru menyerahkan lahan kepada komando tani bersenjata & investor. Pola serupa terjadi pada program MBG yang melibatkan TNI/POLRI, hingga mengganggu fokus KEMENDIKDASMEN. Alih-alih mencerdaskan bangsa melalui pangan, MBG mempertontonkan ketololan perancangan & pelaksanaan program. Peran KEMENDIKDASMEN juga tergerus oleh Sekolah Garuda (KEMHAN) & Sekolah Rakyat (KEMENSOS).
Pengkritik perlu melihat peluang dari "terobosan" ini. Selama ini, imajinasi koperasi dikerdilkan KEMENKOP sebatas transaksional ala UMKM. Masifnya KOPDES/KELMERPUT tanpa KEMENKOP memberi harapan akan pembubaran kementerian ini pasca-presidensi saat ini, termasuk KEMENTAN yang hobi mengobjektifikasi petani, dan KEMENDIKDASMEN yang gagal mengevaluasi filosofi kolonial pada sistem pendidikan nasional.
Sudah saatnya koperasi, pangan, & pendidikan dikelola oleh masyarakat. Masyarakat mampu, asalkan ke-3nya dikelola dalam 1 nafas.
📷 x jawafess