01/07/2024
Selama 2 hari kemarin, kami diajak Prof. Suwarno Hadisusanto untuk berkunjung sekaligus melakukan evaluasi terhadap perkebunan kopi di dataran tinggi Dieng.
Beberapa hal yang menjadi catatan kami antara lain banyak dari masyarakat sekitar yang menyampaikan bahwa kopi tidak akan tumbuh di Dieng. Namun melihat kondisi tanah dan ketinggian yang berada di atas 1000 mdpl, kami menilai bahwa Dieng dapat ditanami kopi. Perkebunan kopi yang kami kunjungi merupakan tanaman yang sudah ditanam sejak 5 tahun lalu dan sudah melewati 2 masa panen. 2 masa panen tersebut dinilai kurang optimal sehingga perlu untuk dievaluasi bersama.
Tanaman kopi yang tidak produktif umumnya berada di bawah naungan pohon pinus dan cemara. Hal ini wajar mengingat kedua pohon tersebut mengeluarkan senyawa hasil metabolit sekunder ke dalam tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya. Selain itu, tanaman kopi yang ditanam memiliki cukup banyak varietas tergantung dengan pemberi bibit.
Kunjungan kemarin masih berfokus pada penanaman dan perawatan tanaman kopi. Yang kami sarankan adalah melanjutkan penanaman sambil melakukan pengamatan untuk mengetahui varietas yang baik untuk kondisi Dieng, melakukan beberapa percobaan untuk mengetahui treatment terbaik untuk tanaman kopi di Dieng, dan yang terakhir tetap aktif dalam melakukan perawatan tanaman kopi yang sudah ditanam.
Langkah selanjutnya adalah pembelajaran bersama mengenai p***a panen dan produksi kopi kemudian dilanjutkan dengan perencanaan branding dan marketing. Proses ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
terima kasih Fakultas Biologi UGM atas kepercayaannya kepada kami untuk saling berkolaborasi. Semoga kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut dan terus berkembang.