12/01/2017
Dapet share di grup sebelah, barangkali bisa bermanfaat
Sibuk Tanpa Profit?
Kebanyakan bisnis mengalami ini. Kayaknya kerja udah dari pagi sampe ketemu pagi lagi, aktivitas nya bener-bener padat merayap seperti pantura kalau lebaran, kegiatan nya jg ketemu orang sana ketemu orang sini semuanya bener-bener memakan waktu terus.
Customer antri panjangnya udh kayak kereta sawunggalih. Packingan barang jg berjubel di setiap sudut toko. Admin gak kalah, balesin chat dari pelanggan sampe jempol lebih keriting ketimbang cabe yg lagi naik daun.
Tapi saat dihitung di akhir bulan, ternyata ngepas. Impas. Seluruh pengeluaran operasional, sewa, listrik, air, pulsa, gaji karyawan, gaji direksi dan bonusnya alhamdulillah ketutup semua. Tapi pas diliat, profitnya nol.
Aya naon with your business? Ada apa? Apa yg terjadi? Sy pernah ngerasain hal semacam ini. Butik kayaknya rame, tapi koq untungnya enggak ada. Rupanya ada pencuri yang menggondol uang kami. Pencuri itu ada beberapa kategori nya:
1. Memakai uang bisnis utk keperluan pribadi
Ini pencuri paling besar. Biasanya terjadi ketika bisnis dipegang sendiri, belum full support karyawan minimal di pembukuan. Perlu pampers, ambil. Perlu susu, ambil. Perlu pulsa, ambil. Perlu bensin, ambil. Malem gak dimasukan ke rekening/setor, besok pake lagi uang di bisnis utk keperluan pribadi. Prive itu boleh, tapi baiknya pemilik bisnis mengambilnya dari jatah gajo, walau gaji harian. Ini lebih aman utk bisnis.
2. Tidak tercatat keuangan
Ini pencuri terbesar juga. Yg beli banyak di laci juga uang banyak. Tapi tanpa pencatatan, minimal bgt, uang keluar masuk, minimal bgt itu, maka kita gak akan bisa ngukur omset harian berapa, modal berapa, untung berapa, dipake bayar Listrik brapa, gaji harian berapa, uang makan brapa, bahkan ketauan ada yg ngutil duit apa enggak. Klo gak dicatet, maka gak akan ketauan semua ini. Maka, di akhir bulan, gaji buat karyawan jg pasti ngap-ngapan.
3. Tidak mencatat stok
Ini jg salah satu pencuri yg besar. Khususnya buat org indonesia, yg memiliki rasa enggak enakan. Ada sodara dateng, pulang dibawain oleh-oleh, entah apapun itu. Padahal bisa jadi salah ambil dan itu pesenan orang. Berabe deh. Ada temen dateng, disuguhin banyak bgt makanan ambil dari toko, gak dicatet, pas temen nya pulang, kita sibuk sama pembeli lagi. Akhirnya, stok abis, gatau keluar utk apa aja.
Memuliakan tamu itu wajib. Tp ketika di dalam bisnis, ilmu kita ttg bisnis juga wajib paham. Kalau bisnis gak jalan, kan jadi ngrepotin jg. Kalau karyawan gak bisa kegaji kan, dzolim juga. Kalau profit enggak ada kan, kapan mau sedekah, bangun pesantren, santuni anak yatim?
Perbaiki diri dan bisnis. Hindarkan bisnis kita dari 3 pencuri yg menggerus profit walau aktivitas sudah bikin perut melilit. Karena ketika hal kecil ini tidak kita biasakan ketika bisnis kita kecil, maka bahaya klo bisnis kita membesar. Saya yakin, mungkin malah bisnis nya ga akan membesar krn kealpaan kita di 3 hal tsb diatas.
Mungkin orang2 jaman dulu, orang2 tua kita, cuma manajemen laci tapi bisa beli ini itu dan sebagainya, ngapain repot2. Ya, kalau kapasitas kita jg bisa sebesar mereka, enggak apa2. Tp klo kita cuma gayung yg mengharapkan air sebanyak samudera, maka selesai sudah.
Aditya Nugroho
Akademi Pengusaha