Comfy Coffee

Comfy Coffee Pure 100% Indonesia Arabica Coffee. We will roasted right after you make an order so we will guarantee that your coffee will be fresh.

Characteristics of flavor greatly depend on the coffee bean; not only does it matter where the coffee beans are grown, at what elevation, the varietal of coffee tree, or how they are processed and dried, it also depend We have collections of 100% pure of arabica green bean coffee from : Aceh Gayo, Toraja Sapan, Papua Wamena, Flores, Java Bondowoso, Java Preanger and Aceh Gayo Wild Civet (Luwak Liar). Our choice of roasting are : City, Full City or Italian.

06/10/2012

NEW ARRIVAL : Kopi Toraja Kalosi .... good price ...cekidot di www.comfycoffee.com

KOPI Toraja telah melanglang hingga ke café-café ternama seantero dunia. Tana Toraja adalah sebuah kabupaten di pegunung...
11/08/2012

KOPI Toraja telah melanglang hingga ke café-café ternama seantero dunia. Tana Toraja adalah sebuah kabupaten di pegunungan Sulawesi Selatan, berjarak 300 kilometer dari Makassar-- ibukota provinsi itu. Meski tak setenar Toraja, daerah-daerah di sekitarnya juga produsen kopi bermutu: Kalosi di Enrekang dan Mamasa.

Kopi Toraja sebagian besar ditanam di perkebunan kecil milik penduduk di lereng-lereng gunung. Orang Toraja dikenal karena mampu memelihara tradisi yang sudah berumur ratusan tahun. Salah satunya adalah upacara pemakaman Rambu Solo’ yang mengundang wisatawan dalam dan luar negeri. Sama seperti pesta-pesta adat yang ritualnya sudah berlangsung turun-temurun, proses pengolahan kopi juga melalui tradisi yang berumur ratusan tahun.

Perjalanan kopi ini hingga bisa go international juga telah melalui proses panjang. Pada awalnya Pemerintah Kolonial Belanda mengetahui keberadaan “harta karun” ini. Mereka sempat membuka perkebunan kopi seluas 300 hektar dan menamainya Kalosi Celebes Coffee. namun tidak berlanjut. Lalu, dengan masuknya Jepang di Indonesia, biji kopi ini sempat diperkenalkan ke negara itu.

Baru kemudian pada 1973, sebuah perusahaan kopi Jepang -- datang ke Indonesia menapaktilasi daerah pedalaman Ballokan, Tana Toraja yang merupakan perkebunan kopi bekas peninggalan Belanda. Mereka meyakini industri kopi Toraja akan bangkit kembali di dunia internasional jika prasarana di daerah itu dibenahi.

Pada 1976, terbentuklah kerjasama Jepang dan Indonesia : Toarco- Toraja Arabica Coffee dan dimulailah persemaian benih untuk rencana penanaman seratus hektar dan dipasarkan di Jepang dan sampai ke berbagai belahan dunia.

Kini, dengan standar yang sebagian besar sudah baku, kita dengan mudah menemukan kopi Toraja berkualitas baik dimana saja. Bahkan, pemerintah daerah kini sedang mengembangkan lahan 1200 hektar untuk pengembangan kopi organic di Kecamatan Sesean dan Rindingallo di Toraja Utara. Di daerah lain, seperti Enrekang dan Pegunungan Latimojong, juga akan dikembangkan p**a usaha serupa. Dan.. kopi yang banyak dimaknai sebagai "Kopi misterius yang kini hidup kembali” ini jadi kebanggan Indonesia kita :)

Kopi asal dataran tinggi Gayo, jenis arabika menjadi kopi termahal di dunia pada 2011 lalu, mengalahkan produsen terbesa...
10/08/2012

Kopi asal dataran tinggi Gayo, jenis arabika menjadi kopi termahal di dunia pada 2011 lalu, mengalahkan produsen terbesar dunia, Brazil. Hal itu terungkap dalam pameran kopi dunia yang diselenggarakan organisasi Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Portland, Oregon Convention Center, Amerika Serikat. Dapatkan di comfycoffee.com hanya Rp. 48.000 / 100 gram. Gratis Ongkir untuk Bulan Agustus.

10/08/2012

PROMO BULAN AGUSTUS FREE SHIPPING untuk pengiriman ke seluruh Indonesia....Hurry LIMITED OFFER.....

07/08/2012

Bagi para penganut ekonomi determinan, unsur ekonomi adalah peran utama dari gerak sejarah. Jadi sejarah tidak pernah menjauh dari kentalnya unsur ekonomi, berjalan saling mengikuti dan mengiringi. Nilai dan masalah sosial akan membentuk wajah ekonomi tersebut.

Priangan tahun 1830-1840an adalah sebuah daerah di ujung timur provinsi yang sekarang bernama Jawa Barat. Luasnya sekitar 21.524 km2 atau seperenam dari Pulau Jawa. Daerah ini menjadi sebuah Keresidenan semenjak pemerintahan Raffles (1811-1816), sedangkan Belanda menyebutnya sebagai regentschappen.

Keberadaan kopi sebagai komoditas ekonomi tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkebunan. Perkebunan memiliki arti penting dalam perjalanan panjang sejarah Indonesia. Bahkan, sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor perkebunan.

Sejarah kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia merupakan sejarah perkebunan itu sendiri. Urgensi serupa juga berlaku di Priangan, terutama perkebunan komoditas kopi.

Dalam sejarah kolonial di Indonesia, perkebunan memiliki dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, perkebunan dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat Indonesia dengan ekonomi dunia, memberi keuntungan finansial yang besar, serta membuka kesempatan ekonomi baru.

Di sisi lain, perkebunan juga dianggap sebagai kendala bagi diversifikasi ekonomi masyarakat yang lebih luas, sumber penindasan, serta salah satu faktor penting yang menimbulkan kemiskinan struktural.

Priangan identik dengan kopi yang merupakan kesatuan historis yang sulit dipisahkan. Membahas Priangan sudah barang tentu membahas kopi di dalamnya. Arti penting kopi di Priangan didasari atas kenyataan bahwa tempat ini menjadi daerah eksploitasi kolonial melalui kopi selama hampir dua abad.

Selain itu, di Priangan inilah kali pertama tanaman kopi diperkenalkan dan diujicobakan sebelum kemudian dipraktikkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Praktik tersebut merupakan sebuah sistem penanaman yang di kemudian hari dikenal dengan Preangerstelsel selama kurun waktu tahun 1677 hingga 1870.

Dalam pelaksanaannya, penanaman kopi di Priangan melibatkan tenaga kerja dalam jumlah banyak sehingga produksinya menjadi yang terbesar di antara karesidenan lain di Pulau Jawa.

Indikasi pentingnya kopi Priangan makin kuat dengan memperhatikan statistik perdagangan VOC. Pada tahun 1726 VOC menguasai sekitar 50 hingga 75 persen perdagangan kopi dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.000.000 pon atau sekitar 75 persen kopi VOC berasal dari Priangan.

Jelas, jumlah tersebut memberikan keuntungan besar bagi VOC maupun pemerintah kolonial. Posisi Priangan baru tergeser oleh Pasuruan pada tahun 1860-an. Meskipun demikian, Priangan tetap menjadi benteng pertahanan sistem kopi.

Dari sanalah kopi Priangan yang kemudian dikenal di Eropa dan seantero dunia sebagai Java Coffee atau Java Preanger Coffee. Kopi Priangan banyak disukai karena punya rasa yang disebut mild oleh para penikmat kopi.

Namun pengiriman kopi priangan tersebut terhenti di tahun 1924. Gara-gara hama karat daun yang menyerang seluruh tanaman kopi di Priangan hingga musnah. Baru di tahun 1997, kopi kembali ditanam di Jawa Barat memakai benih kopi jenis arabica dari Aceh Tengah. Hingga dikenal sebagai kopi Ateng, kependekan dari Aceh Tengah.

We will tell you the history of each coffee we have....
06/08/2012

We will tell you the history of each coffee we have....

Good Coffee Better than Others

Address

Jalan Cikini Raya FG 6 No. 8 Sektor 7 Bintaro Jaya
Tangerang
15224

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Comfy Coffee posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Restaurant

Send a message to Comfy Coffee:

Share