02/11/2017
Catatan KOBARKATA 3
KOBARKATA JILID 3 "Relevansi SUMPAH PEMUDA di Era Millennials Tinjauan Sejarah dan Kekinian"
Alhamdulillah sudah selesai dilaksanakan dgn baik dan lancar. Banyak fakta sejarah yg diungkap oleh bpk Rusdhy Hoesein (sejarawan) yg menjadi narasumber dalam diskusi ini khususnya tentang sejarah dibalik Sumpah Pemuda yg pasti sangat menarik untuk kita simak.
Bapak Rusdhy selaku nara sumber menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda merupakan peristiwa yang sangat menentukan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Namun Pemerintah (negara Indonesia) tidak mendokumentasikannya dengan baik. Arsip Nasional hanya menyimpan sedikit, sisanya semua disimpan di Belanda.
Sejarah tentang Sumpah Pemuda harus dimaknai secara utuh. Kongres 2 Pemuda Indonesia yang dihadiri oleh perwakilan pemuda dari beberapa daerah yang berkumpul untuk mempertanyakan komitmen “golongan tua” pasca Gerakan Budi Utomo dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Lebih jauh, Rusdhy menyoroti perihal dokumentasi sejarah perjalanan bangsa dan minimnya pemahaman anak muda pada Hari ini tentang sejarah perjalanan sebelum kemerdekaan.
Media visual sebagai media yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi sejarah pada saat ini. Rusdhy menyampaikan bahwa dalam pembuatan media visual (film) seorang Sutradara Film harus dapat menggali sejarah dari sumber agar terhindar dari pemelintiran sejarah. Beberapa kisah (peristiwa) sejarah banyak disampaikan tidak pada tempatnya seperti cerita tentang pengibar bendera merah putih misalnya.
Banyak serpihan cerita yang tidak selesai (utuh) sehingga menimbulkan kontradiksi. Semisal cerita tentang lagu Indonesia Raya 3 Stansa yang ternyata “dinyanyikan” dimasa rehat pada kongres Pemuda 2 tersebut. Wage Rudolf Supratman yang masih memiliki anggota keluarga berkebangsaan Belanda secara “heroik” mengenalkan lagu kebangsaan kepada peserta kongres pemuda.
Dalam memahami sejarah, menurut Rusdhy perlu penggalian terhadap dokumen bersejarah mulai dari sumber2 seperti tulisan, Karya fotografi hingga rekaman video yang dibuat pada saat itu. Perlu pemaknaan khusus dalam perspektif perjuangan bangsa kita. Kitalah yang memahami perjalanan bangsa ini, mari kita melihat kedepan. Sungguh memalukan, Karya sejarah (buku dan film) pada hari ini banyak yang menggunakan referensi dari tulisan2 terbitan luar negeri yang belum tentu penulisnya ada pada saat itu.
Nisa Arby yg juga menjadi narasumber di acara KOBARKATA mewakili generasi millennials atau generasi Z banyak memberikan inspirasi kepada anak muda.
Filmtografi (Karya film) merupakan media paling efektif untuk mengenalkan nilai2 sejarah pada anak muda dengan kemasan yang tidak membosankan.
Anak muda hari ini lebih familiar dalam menggunakan media sosial sbg media komunikasi. YouTube atau videoblog merupakan hal yang paling digandrungi anak muda pada Hari ini. Apalagi bisa menjadi sumber penghasilan tersendiri bagi yang bersangkutan.
Nisa berharap, film menjadi salah satu saràna yang efektif dalam memaknai sebuah perjuangan bangsa. Agar Tidak membosankan perlu kerjasama dengan berbagai pihak khususnya Pemerintah.
Sejarah adalah bagian dari perjalanan sebuah peristiwa dan bagian dari perjalanan hidup kita. Dan bagian terpentingnya adalah apakah kita "BERANI MEMAKNAI SETIAP PERJALANAN".
Demikian yang dapat dirangkum dari KOBARKATA JILID 3. Semoga kita terus dapat mengobarkan kata, tanpa harus banyak berkata. Fakta yang berbicara.... untuk INDONESIA SATU