04/10/2019
'MENGAPA HARUS KOPI'
Sebuah kalimat pembuka yang kadang mudah untuk dijawab pun kadang sulit untuk dilontarkan jawabannya. Hal ini mungkin dikarenakan adanya banyak faktor sekitar yang mempengaruhi kita dalam menjelaskannya.
Bagaimana jika pertanyaan itu dilontarkan kepada diri sendiri dan untuk dijawab diri sendiri. Membutuhkan jawaban yang sangat jujur bukan?
Kekuatiran akan susunan kata dan kalimat yang mempertimbangkan lingkungan sekitar bisa ditekan ketitik terendah. Kekuatiran yang cenderung membawa kita pada jawaban omong kosong belaka.
Kembali pada pertanyaan di atas, Mengapa Harus Kopi? Begitu beragam jawaban yang muncul, yang jika dirangkum akan terbagi kebeberapa faktor, sebut saja Faktor Sejarah, Faktor Budaya, Faktor Emosi, Faktor Cinta dan Passion, Faktor Proses Pengolahan, Faktor Keprihatinan pada kaum tani? Faktor Ekonomi, dan faktor lainnya.
Coba kita kupas sedikit, jawaban tentang faktor faktor budaya dan emosi seperti : 'Karena kopi adalah bagian dari budaya bangsa ini, apalagi jika dirunut dari sejarahnya, kopi merupakan salah satu komoditas unggul yang pernah membawa bangsa ini sengsara'
Ah, dangkal sekali. Nyatanya masih banyak komoditi lain yang membudaya di negeri ini, yang malah merupakan komoditi endemik dari bangsa ini. Sebut saja beberapa jenis rempah seperti Cengkeh, Pala, Andaliman, Kayu Manis, dll. Yang pada dasarnya merupakan faktor utama datangnya mereka yang kau sebut penjajah itu. Sesuatu yang lebih membudaya harusnya bukan? Sesuatu yang lebih endemik bukan? Sesuatu yang lebih menyengsarakan bangsa ini bukan? Lantas, Kenapa masih memilih kopi jika payung Budaya dan emosi yang kau pakai sebagai alasannya?
(Lanjut di kolom komentar)
⤵️⤵️⤵️
Photo by :
@ Surabaya, Indonesia