RinduKopi-pages

RinduKopi-pages An authentic coffee shop with various kinds of coffee choices, we passionately serve kinds of fresh hand-brewed coffee for you ;-)

TEMPAKULS DAYS  #2 … Siap siap kulsss di even terbaruuu kita!!!!!Catet tanggalnya baik baik yaa jangan sampai ketinggala...
26/02/2023

TEMPAKULS DAYS #2 … Siap siap kulsss di even terbaruuu kita!!!!!
Catet tanggalnya baik baik yaa jangan sampai ketinggalan pokoknya karena warung akan dirusuhi oleh kedua orang yang super keren keren ini yang bakal menyajikan minuman minuman spesial buat kalian !!! Kami tunggu kedatangannya di warung rindu kopi x jumarani pada tanggal 28 februari dan 1 maret yak ✨🫶🏻

- PERTEMGKARAN DUA IKAN -Biasanya,Kopi tanpa ampas dengan corak warna cerah lebih identik dengan hasil seduhan kopi sari...
05/10/2021

- PERTEMGKARAN DUA IKAN -

Biasanya,
Kopi tanpa ampas dengan corak warna cerah lebih identik dengan hasil seduhan kopi saring. Sekarang mungkin cukup populer dengan sebutan Kopi Seduh Manual (Manual Brewed Coffee). Diseduh tanpa bantuan perasan ekstraktor mesin espresso. Sebagian kaum terdikte pun dengan cukup gagah mendeklarasikan ini sebagai bagian dari Speciality Coffee, yang entah mereka pahami atau tidak.

Dilain sisi, bagi sebagian kaum progressive, kopi tanpa ampas ini hanya sebatas pembuat geli kerongkongan yang telah lama ditempa akan pekat, kental, dan mantapnya kopi, yang menjadi asupan kafein rutin selama ini.

Kopi hitam pekat, tidak jernih, kasat berampas halus, yang seringkali memberikan celetukan kalimat "aaah, mantap" disetiap tegukan ini mungkin saja akan terdefinisikan sebagai bagian dari kesesatan menikmati kopi oleh sebagian kaum disisi satunya. Yang menjadi pemicu akan sebuah gerakan pembabtisan atas nama keagungan dan kemurnian.

Ah, apapun itu.
Bagi kami, kalian tetaplah segerombolan ikan yang dengan gagah menafsirkan diri sebagai penguasa lautan yang belum tentu kau ketahui asal pergerakan arusnya.

Kau tidak mengerti..?
Ah, sudahlah....

'MENGAPA HARUS KOPI'Sebuah kalimat pembuka yang kadang mudah untuk dijawab pun kadang sulit untuk dilontarkan jawabannya...
04/10/2019

'MENGAPA HARUS KOPI'

Sebuah kalimat pembuka yang kadang mudah untuk dijawab pun kadang sulit untuk dilontarkan jawabannya. Hal ini mungkin dikarenakan adanya banyak faktor sekitar yang mempengaruhi kita dalam menjelaskannya.

Bagaimana jika pertanyaan itu dilontarkan kepada diri sendiri dan untuk dijawab diri sendiri. Membutuhkan jawaban yang sangat jujur bukan?
Kekuatiran akan susunan kata dan kalimat yang mempertimbangkan lingkungan sekitar bisa ditekan ketitik terendah. Kekuatiran yang cenderung membawa kita pada jawaban omong kosong belaka.

Kembali pada pertanyaan di atas, Mengapa Harus Kopi? Begitu beragam jawaban yang muncul, yang jika dirangkum akan terbagi kebeberapa faktor, sebut saja Faktor Sejarah, Faktor Budaya, Faktor Emosi, Faktor Cinta dan Passion, Faktor Proses Pengolahan, Faktor Keprihatinan pada kaum tani? Faktor Ekonomi, dan faktor lainnya.

Coba kita kupas sedikit, jawaban tentang faktor faktor budaya dan emosi seperti : 'Karena kopi adalah bagian dari budaya bangsa ini, apalagi jika dirunut dari sejarahnya, kopi merupakan salah satu komoditas unggul yang pernah membawa bangsa ini sengsara'
Ah, dangkal sekali. Nyatanya masih banyak komoditi lain yang membudaya di negeri ini, yang malah merupakan komoditi endemik dari bangsa ini. Sebut saja beberapa jenis rempah seperti Cengkeh, Pala, Andaliman, Kayu Manis, dll. Yang pada dasarnya merupakan faktor utama datangnya mereka yang kau sebut penjajah itu. Sesuatu yang lebih membudaya harusnya bukan? Sesuatu yang lebih endemik bukan? Sesuatu yang lebih menyengsarakan bangsa ini bukan? Lantas, Kenapa masih memilih kopi jika payung Budaya dan emosi yang kau pakai sebagai alasannya?

(Lanjut di kolom komentar)
⤵️⤵️⤵️

Photo by :
@ Surabaya, Indonesia

'MENGAPA HARUS KOPI'Sebuah kalimat pembuka yang kadang mudah untuk dijawab pun kadang sulit untuk dilontarkan jawabannya...
04/10/2019

'MENGAPA HARUS KOPI'

Sebuah kalimat pembuka yang kadang mudah untuk dijawab pun kadang sulit untuk dilontarkan jawabannya. Hal ini mungkin dikarenakan adanya banyak faktor sekitar yang mempengaruhi kita dalam menjelaskannya.

Bagaimana jika pertanyaan itu dilontarkan kepada diri sendiri dan untuk dijawab diri sendiri. Membutuhkan jawaban yang sangat jujur bukan?
Kekuatiran akan susunan kata dan kalimat yang mempertimbangkan lingkungan sekitar bisa ditekan ketitik terendah. Kekuatiran yang cenderung membawa kita pada jawaban omong kosong belaka.

Kembali pada pertanyaan di atas, Mengapa Harus Kopi? Begitu beragam jawaban yang muncul, yang jika dirangkum akan terbagi kebeberapa faktor, sebut saja Faktor Sejarah, Faktor Budaya, Faktor Emosi, Faktor Cinta dan Passion, Faktor Proses Pengolahan, Faktor Keprihatinan pada kaum tani? Faktor Ekonomi, dan faktor lainnya.

Coba kita kupas sedikit, jawaban tentang faktor faktor budaya dan emosi seperti : 'Karena kopi adalah bagian dari budaya bangsa ini, apalagi jika dirunut dari sejarahnya, kopi merupakan salah satu komoditas unggul yang pernah membawa bangsa ini sengsara'
Ah, dangkal sekali. Nyatanya masih banyak komoditi lain yang membudaya di negeri ini, yang malah merupakan komoditi endemik dari bangsa ini. Sebut saja beberapa jenis rempah seperti Cengkeh, Pala, Andaliman, Kayu Manis, dll. Yang pada dasarnya merupakan faktor utama datangnya mereka yang kau sebut penjajah itu. Sesuatu yang lebih membudaya harusnya bukan? Sesuatu yang lebih endemik bukan? Sesuatu yang lebih menyengsarakan bangsa ini bukan? Lantas, Kenapa masih memilih kopi jika payung Budaya dan emosi yang kau pakai sebagai alasannya?

(lanjut di kolom komentar)
⬇️⬇️⬇️

Foto by : @ RinduKopi-Warung Seduh

Address

Jalan Manyar Rejo I No. 38
Surabaya
60118

Opening Hours

Monday 08:00 - 22:00
Tuesday 08:00 - 22:00
Wednesday 08:00 - 23:55
Friday 08:00 - 22:00
Saturday 08:00 - 22:00
Sunday 08:00 - 23:55

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RinduKopi-pages posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Restaurant

Send a message to RinduKopi-pages:

Share

Category