29/01/2019
Suroboyo bersuara...
Sidoarjo apa kabar?
Kebiasaan ngenteni kejadian sek kok..
Luhur Adi warga Kedung Tarukan berbagi pengalaman saat usaha kedai baksonya di kawasan JL Arif Rahman Hakim kerobohan pohon sono, Minggu (27/1). Adi bercerita, dia sudah berusaha melaporkan kondisi pohon tersebut ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemkot Surabaya sebanyak tiga kali dan direspon, kalau ada tim yang akan melihat ke lokasi. Tapi ternyata tidak pernah ada yang datang sampai pohon tersebut benar - benar roboh.
Setelah pohon tersebut roboh, Tim command center langsung mengirimkan unit untuk melakukan penanganan.
Adi menyayangkan kenapa laporan sebelumnya tidak segera di respon sedangkan warga tidak diperbolehkan memotong pohon sendiri.
Menjawab keluhan tersebut, Hendri Setianto Kabid Ruang Terbuka Hijau DKRTH menjelaskan, semua laporan pasti di respon tapi tim perampingan pohon DKRTH juga punya jadwal keliling untuk melakukan perampingan. Dilihat mana yang urgent, akan ditangani dulu. Untuk kasus yang dialami Adi, Hendri menduga saat timnya melakukan survey mungkin masih menganggap pohon tersebut baik-baik saja. Sehingga, timnya memprioritaskan pohon lain untuk dirampingkan.
Terkait larangan warga untuk memotong sendiri pohon yang dikelola Pemkot Surabaya, Hendri menjelaskan ini terkait keamanan utilitas yang ada di sekitar pohon. Sebaiknya, warga yang mengetahui ada pohon yang dikelola Pemkot Surabaya yang kondisinya sudah waktunya di rampingkan, silakan hubungi Command Center 112 atau ke DKRTH kota Surabaya. (odp-rt)