Kedai Pekarangan

Kedai Pekarangan kedai pangan lokal

KemarauEnam bulan lalu menanam batang ketela. Tumbuh subur terlalu rimbun. Saatnya memanen. Ternyata masih terlalu muda ...
11/06/2024

Kemarau
Enam bulan lalu menanam batang ketela. Tumbuh subur terlalu rimbun. Saatnya memanen. Ternyata masih terlalu muda 😀.
Sampai di kedai, kulit mengkilap karena peluh. Mbak dan ibu hanya melihat. Muncul naluri memerintah :
Tolong digoreng ya, sambil meletakkan ketela di tempat cuci. Langsung saja dikerjakan dan masuk penggorengan.
Asin nggak, takut keasinan nanti protes
Enak, tapi karena ketelanya ya
Asem ki...
Kemarau adalah saat memanen umbi-umbian. Itupun kalau kita masih tahu kalau umbi-umbian adalah makanan 😀.

Perebutan. Sore menjelajah setelah menikmati pemandangan telaga menjer dari teras Glamping. Menyusuri jalan batu tertata...
09/06/2024

Perebutan.
Sore menjelajah setelah menikmati pemandangan telaga menjer dari teras Glamping. Menyusuri jalan batu tertata rapi (nampaknya ini tipikal kepiawaian warga pegunungan wonosobo) sambil potrat-potret sana-sini. Sampai di warung kopi dan roastery ternyata tutup. Berbelok memasuki kebun teh. Luas dan tertata rapi sebagaimana perkebunan teh di mana-mana.
Malam menikmati sajian bbq. Sudah disiapkan segala perlengkapan tinggal memasukan semua bahan sesuai anjuran. Lumayan sambil persiapan lomba masak 17- an nanti.
Memang mau ikut lomba masak ya?
Enggak juga, ini hanya seru-seruan pas piknik saja kok...
Tidur tidak terlalu sukses. Kedinginan, badan tipis tetap saja nggak bisa bohong walau sudah dibantu penghangat tubuh.
Pagi bergaya jalan-jalan berburu sunrise. Menyusuri jalan di tengah perkebunan teh. Mengikuti suara-suara candaan dari atas bukit. Sampai di puncak entah mengapa tidak dapat pemandangan matahari terbit. Suara-suara candaan ternyata Ibu-ibu pemanen daun teh. Pagi sekali mereka sudah bekerja.
Setelah sarapan menikmati suasana dataran tinggi naik kendaraan terbuka. Budidaya pertanian sayur mayur seperti kuasan cat dengan kanvas perbukitan. Entah baik atau tidak, yang jelas nampak indah dan banyak orang nampak menikmati.
Air terjun Karim menjadi tujuan terjauh. Suguhan pemandangan alam berikutnya adalah khayangan Skyline dan terakhir menyusuri telaga menjer dengan rakit bermesin.
Keindahan alam telah mendorong orang menyediakan fasilitas agar bisa dinikmati dengan menyenangkan dan gembira. Dahaga mata kita terpuaskan, kamera hp dengan sigap membantu menyimpan menolong memori otak kita agar tidak cepat penuh 😀.
Mungkin kalau warga di tempat-tempat wisata yang indah ini juga bisa ikut dalam menyediakan makanan dan minuman dari hasil kebunnya bagi orang-orang yang berkunjung akan menjadi semakin lengkap. Ingatan keindahan akan merasuk dalam tubuh lewat makanan dan minuman.
Dengan demikian aneka kerja menata kebun, menanam tetumbuhan, sapaan warga desa setiap kali berpapasan tidak hanya menjadi alas investasi serta perebutan retribusi. 😀

08/06/2024

Muda bertani..mari kita menjadi pemuda tani Indonesia,yaaa....di karenakan Indonesia bakal terjadi dampak krisis tani ya,,maka dari itu mari kita bergerak ag...

Edisi ngeteh di .tumpangsari bersama pak bambang  dan mas nurjiwoto    ditemani dua piring entik Suriname... Yang sepiri...
27/05/2024

Edisi ngeteh di .tumpangsari bersama pak bambang dan mas nurjiwoto ditemani dua piring entik Suriname... Yang sepiring sudah habis 😀.

Menyeduh dan menuang teh hitam dari kebun   untuk .wastafel sambil membicarakan kelola bahan organik kedai. Teh bisa mel...
21/05/2024

Menyeduh dan menuang teh hitam dari kebun untuk .wastafel sambil membicarakan kelola bahan organik kedai.
Teh bisa melancarkan peredaran darah ya, tanya dia
Ya kalau dibuat dari pucuk sampai daun kelima bisa bermanfaat untuk tubuh...
Beda ta
Ya dilihat saja bentuknya
O...
Wis ah ra sah crewet, diminum keburu dingin...
Slurpppp ah... Enak ini
Ya itu khusus untukmu di , besok setelah meletakkan sampah di kebun tolong bunga telang dipetik sekalian
Halah....
😀

Sore menikmati teh hitam, .wastafel membawa gembili bertanya 'ini perlu dibelah tidak? 'Tidak usah, mau dibakar? Kelihat...
17/05/2024

Sore menikmati teh hitam, .wastafel membawa gembili bertanya 'ini perlu dibelah tidak? '
Tidak usah, mau dibakar?
Kelihatanya agar terpaksa dia menjawab iya.
Dicoba saja...
Jadilah minum teh kali ini menjadi ritual evening tea dengan gembili bakar 😀

Gembili, salah satu umbi yang mulai sulit ditemukan di pasar. Tanaman ini masih banyak tumbuh liar di pedesaan. Beberapa...
15/05/2024

Gembili, salah satu umbi yang mulai sulit ditemukan di pasar. Tanaman ini masih banyak tumbuh liar di pedesaan. Beberapa petani masih membudidayakan dalam jumlah kecil sebagai tanaman tepi.
Sulur tanaman ini ditumbuhi duri-duri. Menjengkelkan memang saat tak sengaja tersangkut tanaman ini. Apalagi saat membawa pakan ternak di atas kepala tersangkut sulur gembili. Serasa ada yang menarik dengan keras saat sulur ini sudah menyangkut di gulungan pakan ini.
Umbi ini juga punya pertahanan diri untuk meneruskan kehidupannya. Setelah setahun tidak dipanen bagian tanaman di dalam tanah akan menumbuhkan duri-duri untuk melindungi umbi. Kemarung, begitu orang biasa menyebut duri ini, keras, tajam dan beracun.
Sore ini mendapat kiriman gembili. Kita tunggu seminggu lagi supaya kadar air berkurang sehingga saat diolah menjadi manis.

Tanggal 4 Mei 2024 operasional kedai dari pukul 09.00 - 16.00 WIB saja dikarenakan lokasi sekitar kedai akan digunakan u...
03/05/2024

Tanggal 4 Mei 2024 operasional kedai dari pukul 09.00 - 16.00 WIB saja dikarenakan lokasi sekitar kedai akan digunakan untuk area parkir kegiatan halal bihalal di lapangan cangkrep lor. Dikarenakan jumlah tamu yang hadir diumumkan sampai ribuan maka demi kenyamanan bersama kedai pekarangan shift sore sampai malam libur dulu.
Waktu operasional akan normal kembali hari minggu. Terima kasih.

Mohon ijin libur sebentar memulihkan tenaga dan inspirasi. Keperluan dan kebutuhan teman-teman tetap kami layani pada ja...
25/04/2024

Mohon ijin libur sebentar memulihkan tenaga dan inspirasi. Keperluan dan kebutuhan teman-teman tetap kami layani pada jam operasional pagi sampai sore.

Ngeteh sore, ketela goreng hanya pemanis saja. Baru diicip satu potong ada teman datang... Habis
14/04/2024

Ngeteh sore, ketela goreng hanya pemanis saja. Baru diicip satu potong ada teman datang... Habis

08/04/2024

Address

Jalan Semawung 8 Cangkrep Lor
Purworejo
54117

Opening Hours

Monday 09:00 - 23:30
Tuesday 09:00 - 23:30
Wednesday 09:00 - 23:30
Thursday 09:00 - 23:30
Friday 09:00 - 23:30
Saturday 09:00 - 23:30
Sunday 09:00 - 23:30

Telephone

+18122797501

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kedai Pekarangan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Restaurant

Send a message to Kedai Pekarangan:

Share

Category