23/09/2020
24 September 2018..
Ada peribahasa mengatakan, "Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian".
Dua tahun sudah kami mengudara, di tahun ke dua jualan kopi kami sadar bahwa kami masih kecil belum apa-apa masih haus akan pengalaman dan jam terbang di bisnis yang kami tekuni saat ini. Tak sedikit cerita dan pengalaman yang kami lalui di dunia hitam ini (red, kopi). Begitu juga dengan arti sebuah proses, sampai detik ini pun kami masih tak bosan menikmati proses yang kami lakukan.
Sedikit bercerita tentang kami, menilik 2 tahun yang lampau kami hanya berjualan kopi tubruk lalu seiring berjalanya waktu kami mencoba untuk belajar meracik sajian /kopi filter tanpa ampas, kemudian kami mecoba memilih karakter kopi yang tingkat kepahitanya rendah yaitu dengan pola roasting (sangrai) tidak gosong. Dulu di tempat yang kami diami untuk jualan kopi (di desa) banyak yang belum tahu apa itu tanpa ampas, sebab kopi yang kami sajikan memang kami sarankan untuk menikmatinya tanpa adanya tambahan pemanis. Proses pengenalan dan mengedukasi pelanggan bermula dari sini. Sesambi melihat dan membaca arah segmen pasar mana yang kami tuju.
Singkat cerita kami pun mulai merambah ke penyajian kopi mesin, walau mesin yang kami miliki saat ini hanya mesin rumahan setidaknya kami bisa mengoperasikan dengan maksimal sesuai kapasitasnya.
Ngomongin soal proses.. kami percaya gak ada proses yang enak. semua proses itu pahit. Tapi.. balik lagi ke setiap individu/sang penggiat usaha (apapun itu) bagaimana menyikapi dan menikmati arti sebuah proses, bukan soal hasil sebagai tujuan utama tapi soal "MENTAL". Soal hasil akan mengikuti seiring berjalanya proses demi proses yang kami/kalian lakukan. ingat.. nikmati prosesnya dahulu lalu syukuri hasilnya walau sekecil apapun yang di didapat.
Bersyukurlah... ☕