21/07/2020
Cerita dari Kebun
Lanjutkan cerita dari kebun Om Sus. Tepat di hari Sabtu akhir pekan kemarin, kami dapat telpon dari Om Sus. Beliau mengabarkan kalau sudah titipkan kopi ke keluarganya yang datang beli beras di kampung. Silahkan dijemput saja kopinya besok pagi.
Setelah tiga malam baru sempat olah sample kopi single origin Lembah Behoa (baca: Besoa). Tahap sampling sekaligus quality control hasil sortiran yang sudah ditangan semua oleh Om Sus dan Keluarga. Sample pertama kami dapat 0,07 % cacat, sample kedua 1,12 % cacat dan sample ketiga 1,2 % cacat. Cacat (defect) mayoritas cacat yang disebabkan proses huller, ada beberapa saja yang cacat pohon.
Untuk ukuran panen awal cukup bikin kagum. Kalau mundur kebelakang saat pertama kali beli kopi Om Sus dua tahun lalu sebanyak 7 kg. Yang layak pakai hanya 3 kg. Sisanya busuk hitam. Proses memperbaiki dan membuat produk yang bagus tidak instan. Saling berkunjung, jaga komunikasi walau jaringan seluler timbul tenggelam, saling terbuka dan tulus. Dengan hasil yang bagus Om Sus bisa memberi harga yang setimpal dengan pekerjaannya atau dua, tiga kali lipat dengan harga yang dulu.
Kerja sama dari hal-hal sederhana bisa jadi solusi ketimpangan hulu dan hilir. Terus semua bisa ambil peran, asal mau saja. Tidak harus lembaga, tidak harus instansi pemerintah. Oh ya insyallah besok mau sample roasting Kopi Lembah Behoa untuk filter, espresso base dan milk bav. @ Kopi Teduh Poso