09/07/2025
KK SAHABATKU (BAG.202)
" Hari Pernikahan "
Seluruh keluarga sudah
berkumpul di ballroom sebuah
Hotel bintang lima. Acara akad
nikah antara Riana dengan
Wisnu akan dilaksanakan
sebentar lagi.
Wisnu sudah siap duduk
menghadap ke sebuah meja
yang ditata sangat cantik
dimana akad nikah akan
dilaksanakan disana.
..
Petugas KUA dan Ayah
Rendra juga sudah ada disana
termasuk dua orang saksi yaitu
Tama dan Surya, suami Ajeng.
Dua bumil duduk paling
depan bersama Bunda Nilam
dan Radit juga Raja dan Mama
Ajeng. Chelsy dan Arkan juga
duduk tidak jauh dari mereka.
Di barisan kursi kedua ada
Dirga dan Jeff bersama istri dan
anak-anak mereka. Dirga dan
Dena sengaja datang dari
Surabaya untuk menyaksikan
acara pernikahan adik sahabat
mereka itu.
Saat itu mereka hanya
tinggal menunggu kedatangan
mempelai wanita yang sedang
dijemput oleh dua orang petugas
WO ke kamar rias yang ada di
Hotel itu.
Wajah Wisnu terlihat
tertegun saat mnelihat Riana
datang dalam balutan kebaya
pengantin yang sangat cantik
yang selaras dengan setelan jas
yang Wisnu pakai.
Dua orang WO
membimbing Riana untuk
duduk di sebelah Wisnu karena
acara akad nikah sebentar lagi
akan dilaksanakan.
Acara dibuka dengan
pembacaan ayat suci Alquran
dan dilanjutkan dengan kata
sambutan dari kedua keluarga.
..
Karena hari itu jadwal
petugas KUA itu cukup padat
maka acara akad nikah pun
segera dilakukan.
Wisnu dibimbing untuk
melakukan latihan ijab kabul
bersama Ayah Rendra.
Meskipun ini adalah pernikahan
keduanya namun tetap saja
Wisnu terlihat sangat gugup.
Wisnu berusaha
mengendalikan rasa gugupnya
dengan menarik nafas
dalam-dalam saat ia akan
mengucapkan ijab kabul.
Wajah pria tampan itu
terlihat lega ketika terdengar
suara para saksi yang serempak
mengatakan kata "Sah" setelah
ia dan Ayah Rendra selesai
melakukan ijab kabul.
Wisnu tidak dapat
menyembunyikan rasa harunya
saat Rlana mengambil
tangannya dan menciumnya
dengan takjim sebagai bukti
bakti seorang istri kepada suami.
Bunda Nilam terlihat tidak
kuasa menahan tangis harunya
saat akhiranya ia harus
melepaskan putri bungsunya
untuk mengarungi biduk rumah
tangga bersama pria pilihan
hatinya.
Jemari lentik Alina
menggenggam tangan Bunda
Nilam walaupun ia juga tidak
kuasa menahan airmata nya.
"Papi, kenapa semua orang
menangis? Kakak malah senang
Aunty Riana menikah dengan
Om Dosen." tanya Raja sambil
berbisik kepada Radit yang
berhasil menyembunyikan rasa
harunya.
"Mereka semua menangis
karena bahagia, kak." jawab
Radit.
"Oh begitu." Raja pun
akhirnya mengerti.
Arkan memberikan
selembar tisu kepada Chelsy saat
melihat gadis remaja yang
duduk di sebelahnya itu terisak.
"Terimakasih." kata Chelsy
kemudian mengusap matanya
yang basah dengan tisu
pemberian Arkan.
..
Suasana semakin mengharu
biru saat memasuki acara
sungkeman. Hujan airmata
mewarnai acara sakral itu.
Serangkaian acara inti
berakhir beberapa jam
kemudian. Riana dan Wisnu
yang sudah berstatus sebagai
suami istri itupun beristirahat
di kamar pengantin mereka di
salah satu kamar terbaik di
Hotel itu.
Rencananya besok malam
akan diadakan acara resepsi
masih di tempat yang sama.
Wisnu dan Riana menolak
tawaran Radit untuk
mengadakan acara resepsi di
Bali, bahkan Tama juga
menawarkan pulau miliknya
namun Riana dan Wisnu
kompak menolaknya. Mereka
tidak mau capek dan tidak mau
ribet.
"Pengantin saya ternyata
cantik sekali.
mem # Riana begitu mereka
sampai di kamar pengantin.
Wisnu langsSUng
"Suamiku juga ganteng
banget" balas Riana sambil
mem # leher Wisnu dan
meng # b # dengan
lembut.
Wisnu semakin
mengeratkan pel #
hingga t # ramping dalam
bal # kebaya pengantin
itupun tenggelam dalam
pel # t # kekarnya.
..
Tok..tok
Suara ketukan di pintu
membuat Wisnu melepaskan
Riana, sepasang pengantin itu
saling bertatapan.
"Siapa yang ngetuk pintu?"
tanya Riana.
"Sebentar biar saya yang
buka." jawab Wisnu kemudian
beranjak menuju pintu dan
membukanya.
"Chelsy? " Wisnu melongo
menatap Chelsy yang tengah
berdiri di depan pintu seraya
tersenyum jahil kepadanya.
"Hai, Sayang..sini!" Riana
melambaikan tangannya kearah
Chelsy.
Chelsy langsung masuk dan
menghampiri Riana.
"Kebetulan kamu datang,
bisa bantu lepas sanggul kak
Riana tidak?" tanya Riana.
"Bisa doong." jawab Chelsy
sambil berdiri di belakang Riana
dan melepaskan sanggul Mama
tirinya itu.
,.
Wisnu menatap ngenes
pada miliknya yang mulai
men # setelah berc #
dengan Riana. Wisnu mnerasa
sedikit jengkel kepada Riana.
Kalau untuk mel # s #
Wisnu juga bisa, tidak usah
minta bantuan Chelsy segala.
Jangankan melepas sanggul,
melep # semua p #
Riana saja Wisnu sudah jago.
Wisnu alkhirnya duduk di
sebuah sofa dan menonton
Chelsy yang sedang melepas
sanggul Riana. Kedua wanita itu
asik dengan pekerjaannya dan
nyaris melup # keberadaan
Wisnu.
..
Setelah selesai melepaskan
sanggul dan hiasan di kepalanya
dengan bantuan Chelsy, Riana
pun pergi ke kamar mandi
untuk membersihkan t # dan
wajahnya dari sisa makeup.
Sambil menunggu Riana
mandi, Chelsy menghampiri
Papanya yang sedang duduk. Jas
pengantinnya sudah tersampir
di sandaran sofa.
..
"Akhirnya Papa berhasil
mewujudkan keinginan terakhir
Mama kamu untuk menjadikan
kak Riana sebagai ibu sambung
kamu." kata Wisnu sambil
mem # bahu Chelsy saat
putrinya itu duduk di
sebelahnya.
"Iya, Mama pasti senang di
alam sana karena keinginan
terakhir nya sudah terwujud."
kata Chelsy.
"Kak Riana sekarang sudah
resmi menjadi Mama kamu.
Papa minta kalian yang akur,
jika ada perbedaan pendapat
atau unek-unek sebaiknya
dibicarakan baik-baik dan Papa
minta mulai sekarang kamu
harus menurut kepada kak
Riana!" perintah Wisnu.
"Iya, Pah." Chelsy
mengangguk
"Papa bangga sama kamu
karena sekarang kamu sudah
bisa berpikir dewasa." Wisnu
memuji dan lagi-lagi Chelsy
mengangguk
"Sekarang ini kita juga
punya keluarga baru, kamu
punya Opa dan Oma juga kak
Alin dan Mas Radit yang harus
kamu hormati!" Wisnu
mengingatkan.
"Iya, aku juga punya
saudara yang ganteng dan imut.
si Raja" tambah Chelsy.
"Iya..mereka semua
sekarang adalah keluarga kita
dan wajib kamu hormati."
"Iya, Papah sayang." jawab
Chelsy.
Disaat Wisnu sedang
memberikan ceramah panjang
lebar kepada Chelsy, Riana
keluar dari kamar mandi dalam
balutan bathrobe berwarna
putih.
"Waduh Pak Dosen sedang
ngasih kuliah." Riana meledek
Wisnu sambil duduk di samping
kiri Wisnu sementara Chelsy
duduk di samping kanannya.
"Bukan kasih kuliah, tapi
hanya mengingatkan Chelsy
kalau keluarga kamu sekarang
sudah menjadi keluarga kita."
kata Wisnu sambil meme/ #
bahu Riana dengan tangan
kirinya sementara tangan
kanannya mem #*luk bahu
Chelsy.
Riana mengangguk.
"Saya juga minta kalian akur
dan tidak mau ada pertengkaran
seperti dulu." tambah Wisnu.
"Iya." jawab Riana dan
Chelsy kompak kemudian Riana
dan Chelsy serempak mem #
perut pria itu.
"Mulai sekarang jangan
panggil kak Riana lagi,
biasakanlah panggil Mama!"
perintah Wisnu.
"Iya, aku akan panggil
Mama." jawab Chelsy.
"Kalau melihat seperti ini
Papa jadi tenang." kata Wisnu
kemudian mem # erat kedua
wanitanya dengan kedua
tangannya.
..
Malam itu tidak ada malam
pertama bagi Riana dan Wisnu
karena Chelsy bersikeras ingin
tidur bersama Riana dan Wisnu.
Chelsy tidur di tengah,
gadis itu tampak tidur dengan
pulas dalam dekapan Papa dan
Mama barunya.
"Malam pertama kita malah
diganggu anak nakal ini." kata
Wisnu pelan setelah Chelsy
tidur pulas.
"Tidak apa-apa, toh kita
sudah biasa melakukannya.
Kamu kan sudah rajin nyicil."
kata Riana dan Wisnu pun
terkekeh.
"Tapi setelah resmi menjadi
suami istri pasti rasanya beda,
Ri." kata Wisnu.
"Kan bisa lain kali, yang
penting Chelsy senang dulu bisa
ganggu malam pertama kita."
kata Riana.
"Dia berhasil mengacaukan
malam pertama kita." kata
Wisnu.
Malam pertama sepasang
pengantin itu berlalu begitu saja
dan mereka memilih tidur
karena besok masih ada acara
resepsi yang pastinya akan
sangat melelahkan.
Acara resepsi pernikahan
Riana dengan Wisnu
berlangsung sangat meriah dan
mewah. Acara itu masih
bertempat di Hotel yang sama
dengan acara akad nikah yang
sudah dilangsungkan sehari
sebelumnya.
..
Di acara itu Riana
mengenakan gaun pengantin
yang sangat cantik berwarna
putih tulang. Wisnu
mengenakan setelan jas
berwarna senada dan mereka
terlihat sangat serasi.
Riana dan Wisnu tampak
menyapa para tamu yang
datang. Alina, Ajeng, Diana dan
Bunda Nilam duduk di sebuah
meja sambil menikmati
hidangan. Ayah Rendra, Tama,
Surya dan Radit terlihat ikut
sibuk menyapa para tamu yang
mereka kenal.
Raja terlihat sibuk
membuntuti Arkan sedangkan
Chelsy bergabung bersama Genk
nya yang malam itu menjadi
Bridesmaids.
Rindu yang duduk di dekat
Chelsy mencuri-curi pandang
kepada Arkan yang sibuk
menemani Raja. Rindu
akhirnya mencoba mendekati
Arkan dengsn menyapa Raja.
"Hai ganteng, siapa
namanya?" sapa Rindu sambil
menc # p # Raja membuat
bocah itu menoleh kearah
Rindu.
Raja terlihat tidak s**a saat
pipinya dicubit oleh Rindu.
Tidak bisakah jika menyapa
tanpa menc # ? Pertanyaan
Rindu itu Raja abaikan
membuat Arkan menjadi
merasa tidak enak kepada Rindu.
..
"Maaf ya, Raja memang
selalu begitu jika kepada orang
yang tidak dikenal." kata Arkan.
"Oh..jadi kep # kak
Arkan itu namanya Raja?" tanya
Rindu dan Arkan pun
mengangguk. "Nama yang
keren."
Meskipun Rindu memuji
tapi tidak membuat Raja senang
karena ia masih jengkel kepada
Rindu yang sudah menc #
pip tadi.
Rindu berusaha mendekati
Arkan dengan mengajak Raja
mencari makanan kes**aannya
tetapi Raja menolak. Raja malah
pergi menghampiri Radit yang
sedang mengobrol dengan
ketiga Opa nya.
Sepeninggal Raja, kini
Arkan dan Rindu hanya berdua
karena Chelsy dan kedua
temannya sedang berphoto
bersama Riana dan Wisnu.
"Kamu tidak ikut berphoto
dengan teman-teman kamu?"
tanya Arkan sambil menunjuk
kepada Chelsy dan kedua
temannya yang sedang berphoto
dengan pengantin.
"Sudah berphoto tadi."
jawab Rindu.
Di sebrang sana Chelsy
terlihat menatap kearah Arkan
dan begitupun dengan Arkan.
Chelsy buru-buru nmembuang
muka saat tatapan mereka tidak
sengaja bertemu.
...
Melihat Chelsy yang
membuang muka entah
mengapa Arkan merasa tidak
s**a. Arkan merasa lebih
nyaman berada di dekat Chelsy
daripada di dekat Rindu.
Radit dan Alina
memutuskan pulang lebih dulu
meskipun acara resepsi
pernikahan Riana dan Wisnu
belum berakhir. Masih ada
waktu selama satu jam lagi
untuk menikmati kemeriahan
pesta itu.
Alina mengaku lelah dan
wanita cantik itu mengajak
Radit pulang duluan. Namun
ketika sampai parkiran, Alina
tiba-tiba berhenti dan mengaku
jika dirinya mengompol.
"Sayang..apakah ini air
ketuban?" tanya Radit.
Radit sudah banyak
membaca mengenai
tanda-tanda wanita yang akan
melahirkan karena ia ingin
menjadi suami siaga.
"Sepertinya iya, Mas." jawab
Alina.
"Ya sudah kalau begitu kita
ke Rumah Sakit sekarang!" ajak
Radit dan Alina mengangguk.
Di jalan Radit mengabari
Tama dan Diana juga Ajeng dan
Surya. Ketika akan mengabari
Ayah dan Bundanya, Radit
merasa tidak enak karena takut
mengganggu acara pernikahan
adiknya.
Meskipun tidak mengabari
secara langsung tetapi Ayah
Rendra dan Bunda Nilam
akhirnya tahu jika Alina akan
melahirkan karena melihat
Tama dan Diana juga Ajeng dan
Surya pamit secara tiba-tiba.
Ayah Rendra dan Bunda
Nilam juga langsung menyusul
ke Rumah sakit dan menitipkan
Raja kepada Riana dan Wisnu.
Untunglah pengantin baru itu
tidak keberatan saat dititipi
Raja.
..
Raja sempat merengek
menanyakan Alina saat Riana
dan Wisnu membawanya ke
kamar mereka.
"Raja jangan rewel ya,
sebentar lagi adiknya Raja alkan
lahir." Wisnu membujuk Raja.
Raja mengangguk namun
dengan wajah yang muram.
Wisnu menggend**g Raja
untuk menenangkan sampai
akhirnya bocah tampan itu tidur
dalam pangkuan Wisnu.
Note:L.i..k..e..mu penyemangat Mimin ❤️ 💙 ❤️ ❤️ 💙