02/05/2025
Kuah Beulangong Khas Aceh #
Kuah Beulangong adalah gulai khas Aceh yang biasanya menggunakan daging kambing atau sapi, dimasak dengan campuran rempah yang sangat kaya dan unik, serta seringkali ditambahkan pisang kepok muda atau nangka muda. Dinamakan "Beulangong" karena secara tradisional dimasak dalam belanga (kuali besar). Hidangan ini sarat makna dan sering hadir dalam acara-acara adat atau perayaan.
Bahan-bahan:
- Daging: 750 gram - 1 kg daging kambing atau sapi (pilih bagian iga atau sengkel untuk rasa yang lebih kaya), potong dadu besar
Sayuran (Opsional, pilih salah satu):
- 4-5 buah pisang kepok muda (pilih yang masih keras), kupas, potong sesuai selera, rendam air garam agar tidak menghitam
300 gram nangka muda, potong sesuai selera, rebus sebentar hingga sedikit lunak
Santan:
- 500 ml santan kental (dari 1 butir kelapa)
- 1 liter santan encer (dari sisa perasan pertama)
Bumbu Halus:
- 10-15 siung bawang merah
- 5-7 siung bawang putih
- 5-7 buah cabai merah besar (sesuaikan selera pedas)
- 5-10 buah cabai rawit merah (sesuaikan selera)
- 3 cm jahe
- 3 cm kunyit (bakar sebentar)
- 2 cm lengkuas
- 4-5 butir kemiri (sangrai)
- 2 sdt ketumbar biji (sangrai)
- 1 sdt jintan biji (sangrai)
- 1 sdt adas biji (sangrai)
- 3-4 butir kapulaga
- 3-4 butir cengkeh
- 1/4 sdt pala bubuk (atau parut sedikit)
- 5-7 buah asam sunti (belimbing wuluh kering khas Aceh)
Bumbu Aromatik:
- 2 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 1-2 tangkai daun kari (temurui), sekitar 20-30 lembar
Lainnya:
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya (opsional, untuk menyeimbangkan rasa)
Cara Memasak:
1. Persiapan Daging: Cuci bersih daging. Jika menggunakan daging kambing, buang lemak yang berlebihan (jika tidak s**a). Potong daging sesuai ukuran yang diinginkan. Untuk daging sapi, rebus sebentar untuk menghilangkan kotoran, lalu buang airnya.
2. Menghaluskan Bumbu: Haluskan semua bahan bumbu halus menggunakan blender atau ulekan hingga benar-benar halus. Pastikan asam sunti ikut dihaluskan bersama bumbu lain.
3. Menumis Bumbu: Panaskan sedikit minyak goreng dalam panci atau kuali yang agak besar. Tumis bumbu halus hingga harum, matang, dan pecah minyak (minyak terpisah dari bumbu). Masukkan serai, daun salam, daun jeruk, dan daun kari. Tumis sebentar hingga layu dan aromatik.
4. Memasak Daging: Masukkan potongan daging ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata hingga daging berubah warna dan seluruh permukaannya terbalut bumbu. Masak sebentar hingga bumbu meresap ke dalam daging.
5. Memasukkan Santan Encer: Tuangkan santan encer ke dalam panci. Aduk rata. Biarkan mendidih, lalu kecilkan api. Tutup panci dan masak dengan api kecil hingga daging benar-benar empuk. Proses ini bisa memakan waktu 1-2 jam tergantung jenis dan bagian daging yang digunakan. Aduk sesekali agar santan tidak pecah dan dasar tidak gosong.
6. Menambahkan Sayuran (Jika Menggunakan): Setelah daging empuk, masukkan potongan pisang kepok atau nangka muda yang sudah direbus sebentar (jika menggunakan). Masak hingga sayuran lunak dan matang.
7. Memasukkan Santan Kental: Tuangkan santan kental ke dalam masakan. Aduk perlahan dan terus menerus agar santan tidak pecah. Kecilkan api ke yang paling kecil.
8. Memberi Rasa: Bumbui dengan garam secukupnya dan gula (jika menggunakan). Cicipi kuahnya dan koreksi rasa sesuai selera. Rasa khas Kuah Beulangong adalah gurih, kaya rempah, sedikit asam dari asam sunti, dan pedas.
9. Memasak Hingga Matang: Masak terus dengan api sangat kecil sambil sesekali diaduk hingga kuah mengental dan semua bumbu meresap sempurna. Jangan biarkan mendidih terlalu kuat setelah santan kental masuk.
10. Penyajian: Angkat Kuah Beulangong dan sajikan selagi hangat bersama nasi putih.
Kuah Beulangong yang autentik memiliki kuah yang medok, daging yang empuk, dan aroma rempah yang sangat kompleks dan khas Aceh. Selamat mencoba!