22/09/2020
๐ก๐ค๐ช๐๐๊จ๏ธlฬธoฬฬvฬธeฬธ
๐๐ฒ๐ฐ๐ช ๐ฆ๐ช๐๐ธ |สฐแตสฒแตโฟ แตแตสณแตโฟ|
โ๏ธ1โ๏ธ
๐ฐ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐,
๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐ฒ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐. -แแแแแแช
เฐ๏ธ-----------------------------------------------เฐ๏ธ
๐ฃ๐ฒ๐ด
"๐ฒ๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐
๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐ฃ๐ฒ๐ด
๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐?
๐ฃ๐ฒ๐ด
๐บ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐ฃ๐ฒ๐ด
๐ด๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
๐๐๐๐๐๐
๐ฒ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐
๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐"
๐ฃ๐ฒ๐ด
Hujan dengan derasnya membasahi ibukota. Tumbuhan maupun tanaman tak lagi kehausan dibuatnya.
Berlatar gedung berwarna jingga, bermodal payung berwarna serupa, pria mempesona berambut ala oppa-oppa terlihat akan menawarkan tumpangan ala drama Korea pada wanita di depan matanya.
Si wanita merasakan hadirnya insan dibelakangnya, segera berbalik menghadapnya.
"Kau..mau menawarkan payung-mu?"
Si pria yang terlihat ragu dan kaku membuat si wanita mengangkat lidah terlebih dahulu.
"Hah, a-apa maksudmu?".
Ucapnya setelah lama kelu.
"Hei tak usah malu, Biarkan aku menerima niat baikmu"
"Hmm...apa maksudmu"
"Yasudah kalau begitu biarkan aku pinjam payung-mu"
"Boleh saja kalau ada dua"
โ๏ธ
โ๏ธ
โ๏ธ
"Siapa namamu?"
"Hah?"
"Kau pemalu ya"
"U-untuk apa tau namaku?"
"Memangnya aku tidak boleh tau namamu?"
"Sehun...
Oh Sehun"
"Hm tidak asing namamu. Kau yang SMA di Jepang itu, kan?"
"Hm, namamu siapa?"
"Jiwon
Cha Jiwon"
แฏพ
แฏพ
แฏพ
๐ก
"Oh? Jiwon. Kau tidak basah"
"Aku dipayungi Oh Sehun"
"Wah. Daebak!. Kau benar-benar mengerihkan ya! Kalau Oppa tersayang-mu itu tau,bagaimana?"
"Oppa tersayang? Ckckck. Kau salah paham, Mun Young. Oppa dan aku hanya berteman"
"Teman apaan. Tidak ada pertemanan antara pria dan wanita, salah satunya pasti mencinta"
Wanita yang dipanggil Jiwon itu hanya menatap tajam pada teman satu atap nya.
"Aku ada urusan makanya pulang deluan tadi"
"Tidak apa-apa".
โซ๏ธ
โซ๏ธ ๐๐๐ง๐๐ ๐ฉ๐๐ ๐๐ช๐ฃ๐ โซ๏ธ
โซ๏ธ
+6098286373
----------------------
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ข, ๐ฝ๐๐ค๐๐.
"๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐?"
"๐ต๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐?"
" ๐๐๐๐๐ ๐๐๐?"
Setelah beberapa menit melihat profil, akhirnya Jiwon mengambil kesimpulan.
"๐ถ๐"
" ๐บ๐๐๐๐. ๐พ๐๐๐๐๐"
Jiwon yang gabut itu membalas pesan singkat Sehun.
Mereka berkenalan.
Bercerita tentang diri.
Bertukar sosial media.
Bahkan
Ternyata Sehun pandai bergombal.
๐๐ ๐๐๐๐ช๐ฃ
----------------
๐พ๐๐ข ๐๐๐๐ฆ๐ข๐๐๐ ๐พ-๐๐๐?
๐พ๐๐ ๐
๐๐ฌ๐ค๐ฃ
-----------------
๐ฟ๐ข๐๐๐ฆ๐๐
๐๐ ๐๐๐๐ช๐ฃ
----------------
๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐ข ๐ ๐ข๐๐๐?
๐พ๐๐ ๐
๐๐ฌ๐ค๐ฃ
-----------------
๐ฟ๐๐ ๐ฝ๐ข๐๐พ๐, ๐ฟ๐๐ ๐ฝ๐๐๐๐ ๐ข๐, ๐ฟ๐๐ ๐๐๐โ๐..(๐๐๐๐ ๐๐ข๐ ๐๐๐ข๐ก ๐ ๐๐๐ข๐ ๐๐๐ข ๐ก๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ก ๐ก๐๐๐ข๐)
๐๐ ๐๐๐๐ช๐ฃ
----------------
๐ดโ ๐๐๐๐,
๐พ๐๐๐๐ข ๐๐๐ข ๐ ๐โ, ๐๐๐๐ฆ๐๐๐.
๐ด๐๐ ๐๐๐ข ๐ก๐๐ข?
๐พ๐๐ ๐
๐๐ฌ๐ค๐ฃ
-----------------
๐ดโ, ๐ก๐๐ข!
๐ด๐๐ข ๐๐ข๐๐ ๐ ๐ข๐๐ ๐๐๐๐ฆ๐๐๐
๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐.
๐๐ ๐๐๐๐ช๐ฃ
----------------
๐๐๐๐ ๐ข๐๐๐ข, ๐๐๐๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข.
Taeyang padaku?
Taeyang?
Taeyang padaku?
Hah?
Hahahah apa-apaan ini.
Lucu sekali.
Sehun yang pemalu dibawah payung tadi, bisa berbicara begini?.
Jiwon hanya mengetikkan emoji pada pesannya.
โช
โช
๐๐๐ง๐๐ช๐ก ๐๐๐ก๐ข๐๐ช๐ฃ ๐จ๐๐ง๐๐ข ๐ข๐๐ฃ๐๐ข๐ฎ๐๐ค๐ฃ
๐๐๐ช๐ฉ๐ฉ๐ ๐๐๐๐ค๐ ๐๐๐ก ๐ ๐๐๐ฎ๐๐ค๐ค? โช
โช
Jiwon segera menggeser ke kanan tombol hijau di hp nya.
Sebuah panggilan dari sang oppa.
"๐๐ฌ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฆ๐ฎ'๐๐ฅ๐๐ข๐ค๐ฎ๐ฆ"
"๐๐๐๐ฅ๐๐ข๐ค๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฌ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฆ, ๐๐ฉ๐ฉ๐"
"๐๐ฒ๐จ ๐๐๐ฅ๐๐ฃ๐๐ซ ๐๐๐ซ๐๐ง๐ ๐ก๐๐ซ๐ข ๐ข๐ง๐ข. ๐๐ฉ๐ฉ๐ ๐๐ค๐๐ง ๐ฃ๐๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ญ ๐๐ข ๐ค๐จ๐ฌ๐ญ-๐ฆ๐ฎ. ๐ฌ๐ข๐๐ฉ-๐ฌ๐ข๐๐ฉ ๐ฒ๐"
Itulah oppa yang Munyoung singgung tadi.
Oppa baik hati bernama Suho yang s**arela mengajarkan Jiwon pelajaran matematika yang Jiwon benci.
Ini entah ke-berapa kalinya Oppa mengajak Jiwon belajar bersama.
Padahal tidak bisa disebut belajar bersama,
Hanya Jiwon yang diajari.
Tingginya kuantitas temu,
Bukan tak heran dapat mengguncangkan kalbu.
Hal itulah yang Jiwon rasakan.
Mungkin perkataan Munyoung benar.
Tapi sebenarnya,
Tak perduli berapa kuantitasnya pun, Jiwon sepertinya sudah tertarik sejak di sekolah menengah dulu.
Tapi perasaan serupa tak sedikitpun kelihatan di diri Oppa.
Kebaikan Oppa karena emang kepribadiannya.
Oppa juga sudah tidak lagi berada di fase ingin berpacaran.
Semua itu Oppa ceritakan di awal pertemuannya dengan Jiwon.
Tentang sebab dan tujuannya tak ingin lagi berpacaran.
Setelah mematikan ponselnya, Jiwon segera berganti baju dan memoles wajahnya.
Menyaksikan hal itu, MunYoung yang sedang bersantai segera menginterogasinya.
"Ciee. Kau mau kemana Jiwon?
Pasti malam minggu-an dengan Oppa?
Sudah kubilang, kau dan oppa tidak hanya berteman,kan?"
"Sudah kujelaskan tadi, jangan berfikir bahkan sampai menyebarkan gosip yang tidak-tidak"
"Heiiii, Kenapa kau terlihat rapi sekali? Tentu kau menyukai oppa itu, kan"
"Aku pergi, Assalamu'alaikum"
Jiwon sangat menghargai kehadiran Munyoung menjadi teman seatap-nya.
Tapi bukan berarti Munyoung harus ๐๐๐ mengetahui segala urusan bahkan perasaannya. Itu menyebalkan, kan?.
แฏพ
แฏพ
แฏพ
Seperti biasa, Oppa selalu membawa Jiwon ke kedai bakso langganannya.
Mungkin abang tukang baksonya sudah hafal wajah kami.
Yang datang alih-alih membeli bakso, malah
numpang belajar ditemani jus mangga doang.
Maklum anak kost.
Selagi Oppa fokus memecahkan soal matematika, Jiwon mendapat pesan dari Sehun.
Baru saja Jiwon hendak membukanya,
Suara Oppa menghentikannya.
"Jiwon-a, kau tidak paham-paham ya?"
"Hehe maaf Oppa"
"Fokuslah. Dengarkan sekali lagi ya"
แฏพ
แฏพ
แฏพ
"Kau disini,Jiwon"
Suara malu-malu yang Jiwon kenali itu langsung membuat Jiwon mengalihkan fokusnya.
"Oh, Sehun-a...
"Siapa, Jiwon-a ?"
"Ah, Oppa. Ini teman bimbel-ku. Sehun"
"Kau belum membaca pesanku?
Kalau begitu aku antar kesini saja"
Tiba-tiba suasana terasa sangat dingin.
Sehun menyerahkan kantung plastik yang dari baunya saja langsung dikenali isinya, bakso.
Tapi ada yang aneh dari tatapan Sehun.
Pokoknya aneh, mungkin Oppa juga berfikir begitu?
"Nah!, pokoknya ini untukmu !. Aku pergi, permisi, Assalamu'alaikum"
Jiwon yang masih kebingungan itu segera membuka pesan Sehun yang sempat diabaikan tadi.
๐๐ ๐๐๐๐ช๐ฃ
----------------
๐ฝ๐๐ค๐๐-๐
๐พ๐๐ข ๐ ๐ข๐๐โ ๐๐๐๐๐?
๐ด๐๐ข ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐
๐ธ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐
๐พ๐๐ข ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐ค๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐ก-๐๐ข ๐๐ข๐๐?
"Temanmu perhatian sekali.
Dia pasti menyindir Oppa.
Oppa jadi merasa bersalah tidak memesankan-mu makanan"
"Ah Oppa jangan bicara begitu"
"Tapi dari auranya sepertinya dia menyukaimu"
"Haha apa maksudnya?"
"Tidak apa-apa Jiwon-a!
Sepertinya dia anak baik.
Wajahnya juga..."
"Tidak ๐๐๐! kami baru saja berkenalan tadi sore"
"Oh begitu..
Kalau begitu, makanlah.
Oppa mau ke mesjid dulu.
Mesjid jauh dari sini, sepertinya akan lama"
"Tidak apa-apa
Jiwon sedang tidak sholat"
Suho segera menghilangkan dirinya dari pandangan Jiwon.
Jiwon yang memang sudah sangat lapar segera menyantap bakso pemberian Sehun dengan lahapnya.
"๐๐ ๐บ๐๐๐๐-๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐๐๐ ๐๐๐
๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐?"
แฏพ
Setelah menghabiskan baksonya tanpa sisa, Jiwon menyadari batang hidung Oppa-nya belum muncul juga.
"Sudah 10 menit.
Kenapa belum datang?
Apa Oppa sedang berdzikir ribuan kali mungkin ya?"
แฏพ
แฏพ
"Hm kenapa Oppa lama sekali?"
Dua jam sejak kepergian Suho dari tempat ini telah berlalu, Jiwon yang sudah menyelesaikan seluruh soal matematika mulai gelisah, menunggu dengan bosan.
๐ฝ๐ฒ๐ด
๐ฝ๐ฒ๐ด
๐ฝ๐ฒ๐ด
"Oh kenapa tiba-tiba hujannya deras sekali?"
"Kasihan Oppa kehujanan dengan skuter-nya"
โช
โช ๐๐๐ง๐๐ ๐ฉ๐๐ ๐๐ช๐ฃ๐โช
โช
๐๐ช๐๐ค ๐๐ฅ๐ฅ๐โบ๏ธ๏ธ
---------------------
๐ฝ๐๐ค๐๐-๐ ๐๐๐๐โ๐๐
โ๐ข๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐
๐๐ข๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐ ๐โ๐๐ก๐๐๐๐ข.
โ๏ธ๏ธโฟแตแตแตโ๏ธ๏ธ
แตโฑแตโฟสฐแตแต : แตแตแตแถ
๐๐ต๐ฎ ๐๐ถ๐๐ผ๐ป
-----------------
๐พ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐, ๐๐๐๐?
Baru saja ingin menekan tombol kirim, Jiwon segera mengurungkan niatnya.
"๐๐๐! ๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ช๐๐ ๐ฑ๐๐๐๐! ๐ถ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐. ๐ด๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐!"
Tapi kenapa Oppa tega sekali?
Biasanya juga Oppa menemani hingga hujan berhenti.
Mungkin-kah...
Oppa menemui wanita itu?
โ๏ธ๏ธโฟแตแตแตโ๏ธ๏ธ
สฒแตแตโฟแตหขโฑโฟแถสฐแตสณสธแตแต : หขแตแตแตสณ
Malam itu Jiwon pulang dengan lesu.
Lesu nya bertambah setelah mendengar komentar teman seatap nya.
"Jiwon! kau pulang tengah hujan dan tidak basah?
Kau naik bus ya?
Kenapa Oppa-mu tidak mengantar sampai depan kost?"
"Munyoung-ah. Ku mohon biarkan aku istirahat!
Kau memperparah lelahku,tau!"
"Hahaha"
แฏพ
แฏพ
แฏพ
"Kau ceroboh sekali, kenapa meninggalkan bekas?"
"Sudahlah. Tidak akan ada yang tahu."
"Kau yakin tidak ada saksi?"
"Selama hadirmu tidak terperangkap cctv, kita selalu aman, ๐๐๐ฆ!"
แฏพ
แฏพ
แฏพ
"Kami dari kepolisian Gangnam, Cha Jiwon-ssi, Anda ditahan mengenai pembunuhan kepada Kim Suho"
Jiwon yang baru membuka matanya menyambut pagi itu langsung shock setengah mati.
"A-apa?!!!!!!
P-pembunuhan?!!!!
Kim Suho?"
๊ง๐ซ๐ฎ๐ป๐ผ๐ช๐ถ๐ซ๐พ๐ท๐ฐ...๊ง