02/12/2025
Sorotan
Pengikut
Di balik tenarnya Warung Lalapan & Seafood Cak Tomo yang kini bertebaran di sejumlah titik Kota Malang, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, kepindahan, dan tekad kuat sebuah keluarga mempertahankan cita rasa khas selama lebih dari dua dekade.
Adalah Cak Nopi, salah satu putra dari almarhum Sutomo, yang kini melanjutkan estafet dapur legendaris tersebut. Ia menuturkan bahwa perjalanan Cak Tomo bermula dari masa penuh gejolak, ketika keluarganya memutuskan pulang dari Jakarta setelah kisruh pada tahun 1998-1999.
Dari Lamongan, mereka kemudian mencari tempat baru untuk memulai hidup, hingga akhirnya menemukan sudut di Jalan Ijen tepat di sebrang gereja. Dari situlah aroma pertama Lalapan Cak Tomo mengepul pada tahun 2000.
“Jadi berdirinya itu bapak saya namanya Sutomo dan saya,” ujar Cak Nopi mengenang, sembari menegaskan bahwa sejak hari pertama berdiri, usaha ini adalah kerja keras keluarga.
Awalnya, warung tersebut hanya ditempati tiga orang dan buka mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Dengan modal pengalaman dan keberanian memulai dari nol, Cak Tomo perlahan memikat lidah warga Malang. Setelah Ijen menjadi pusat pertama, ekspansi pun dimulai. Tahun 2008, cabang Temanggung Suryo (Sanan) dibuka.
Tiga tahun kemudian, menyusul cabang Oro-Oro Dowo pada 2011. Deretan cabang baru terus lahir di Sawojajar 2021, Sulfat 2023, Galunggung 2024, hingga Dinoyo yang beroperasi pada 2025.
Berita selengkapnya swipe up story atau kunjungi website www.jatimtimes.com