31/05/2021
Dalam mengatur makanan sehari-hari, kadang kita terlalu fokus pada bagaimana kalori yang masuk ke tubuh kita serta memilih makanan apa saja yang bergizi tinggi dan baik untuk kita. Namun, di buku setebal 160 halaman ini Hiromi Shinya mengingatkan ada hal yang tidak kalah pentingnya dengan hal-hal yang saya sebutkan tadi: kebersihan usus.
Ya, usus adalah salah satu organ yang esensial dalam tubuh kita. Di usus, terjadi proses yang penting yaitu penyerapan zat-zat makanan. Apabila kebersihan usus terjaga, maka zat-zat makanan pun akan dapat diserap dengan baik dan bermanfaat dengan maksimal untuk tubuh kita. Sebaliknya, jika usus kotor, maka bagaimanapun bergizinya makanan kita maka tidak akan bermanfaat dengan maksimal untuk tubuh.
Dr. Hiromi Shinya adalah seorang dokter spesialis bedah endoskopi asal Jepang. Endoskopi adalah memasukkan selang yang memiliki kamera di ujungnya untuk memeriksa saluran pencernaan. Berdasarkan pengalaman beliau memeriksa usus ribuan pasien di Jepang dan Amerika, beliau menemukan banyak pasiennya yang mengalami penyakit seperti kanker mempunyai masalah di bagian ususnya. Oleh karena itu, menurut beliau menjaga kesehatan usus itu sangat penting.
Selain menekankan tentang kebersihan usus, beliau juga menekankan tentang pentingnya “makanan hidup” atau makanan mentah. Makanan hidup yang dimaksud adalah makanan yang kaya akan enzim karena tidak banyak melalui proses pengolahan dan pemanasan, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran yang bisa langsung kita konsumsi. Mengapa beliau berbicara pentingnya enzim? Karena enzimlah yang berperan sebagai katalisator atau zat yang mempercepat proses penguraian makanan dalam tubuh. Jika kita memakan makanan hidup, maka proses pencernaan dalam tubuh pun akan menjadi lebih ringan dan tidak terlalu membebani usus. Sebaliknya, jika kita tidak banyak memakan makanan hidup, maka usus akan terbebani dan makin banyak enzim yang harus dikuras. Jika “dalam tubuh” nya saja kelelahan, maka tubuh pun akan mudah lelah untuk beraktivitas. (Pembahasan lebih lanjut mengenai enzim bisa dilihat di bukunya yang lain: The Miracle of Enzim)
Lalu bagaimanakah kiat-kiat membersihkan usus menurut Dr. Hiromi Shiya? Di dalam buku, beliau memparkan cara-cara yang cukup mudah untuk kita lakukan. Dimulai dari bangun pagi, perbanyaklah minum air putih untuk mengaktifkan sel-sel dalam tubuh. Lakukanlah aktivitas-aktivitas ringan. Kemudian mulailah pagi hari dengan minum jus enzim mentah (jus buah-buahan dan sayur-sayuran) atau mengkonsumsi buah secara langsung seperti pisang dan apel yang kaya serat. Lalu lakukanlah puasa di pagi hari, alias tidak mengkonsumsi apapun hingga waktu makan siang tiba. Selanjutnya makanlah seperti biasa (dengan tetap memperhatikan menunya).
Ada lagi yang bisa dilakukan yaitu e***a kopi dan ramuan kuncup bunga. Namun sepertinya ini agak rumit untuk dilakukan. E***a kopi adalah memasukkan cairan kopi ke dalam usus lewat a**s kita untuk membersihkan usus bagian dalam. Kopi yang dipakai tentunya bukan sembarang kopi, melainkan kopi organik yang mengandung bakteri Lactobacillus. Menurut Dr. Hiromi shinya, e***a kopi ini baik untuk membersihkan usus besar bagian bawah. Ramuan kuncup bunga adalah campuran beberapa kuncup bunga yang tepat sebelum mekar, lalu diseduh dan diminum airnya. Dr. Hiromi Shinya menyarankan untuk meminum ramuan ini pada pagi hari karena berguna untuk membersihkan usus besar bagian atas.
Dengan memaparkan hal-hal ini, Dr. Hiromi Shinya bukan berarti melarang untuk memakan makanan yang lain. Hal yang perlu diperhatikan adalah porsinya dan juga jenis makanannya. Contohnya, Dr. Hiromi Shinya menyarankan untuk lebih memilih ikan daripada daging merah untuk sumber protein hewani karena jenis lemak yang dikandung ikan lebih baik. Daging merah diketahui merupakan salah satu makanan yang memperberat kerja usus dan dapat mengotorinya.
Hmmm, sepertinya saran Dr. Hiromi Shinya ini tidak mudah ya? Namun, tidak ada salahnya mencoba. Mulailah dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan seperti memenuhi kebutuhan air dan rajin mengkonsumsi “makanan hidup” seperti buah dan sayuran. Kesehatan merupakan asset yang berharga, bukan? Jagalah asset tersebut karena mencegah lebih baik daripada mengobati. “Orang sehat memiliki 1000 keinginan sedangkan orang sakit memiliki 1 keinginan.”
Sumber: resensi buku Revolusi Makan, Dr.Hiromi Shinya 2014 oleh Salma