28/02/2019
*THE POWER NOT GENGSI !!!!*
Saya memulai dengan gerobak kecil. Konsumen saya dulu mengira saya jualan martabak. Karena berjejer dengan orang yang jualan martabak. Dan orang belum banyak yang kenal. Malu pasti iya, tapi mau gimana lagi..
Saya kemudian mem-branding kebab baba rafi dengan mengubah warna. Tadinya warnanya putih biasa menjadi kuning merah. Pilih warna itu agar lebih menarik dan eye catching. Sehingga konsumen juga percaya untuk membeli produk kita.
Saya awalnya memulai di Surabaya dulu. Waktu itu sambil kuliah di ITS. Saya saat itu memang ingin fokus ke bisnis. Karena itu saya memutuskan untuk keluar dan benar-benar fokus menjadi pengusaha. Karena inilah, saya berpikir, ada banyak manfaat dengan membuka cabang, yang utama adalah membantu konsumen yang kelaparan.
Bisnis itu ibarat kita berlari. Tapi bukan sekadar berlari sprint. Cepat di awal, habis itu ngos-ngosan. Bisnis itu ibaratnya kita lari marathon. Jadi kita harus pintar-pintar ambil napas, taktiknya, kapan kita harus lari cepat, kapan kita harus menurunkan tempo, kapan kita harus mendaki. Sehingga marathon itu endurance atau sustainability.
Selama 12 tahun ini, bisnis Kebab Baba Rafi endurance-nya seperti berlari marathon. Jadi sebenarnya pertumbuhan kita tidak terlalu cepat. Tapi konsisten, pelan-pelan. Ada proses up and down. Lalui saja dan pelajari kesalahan.
Bagaimana dengan anda yang saat ini malu berbisnis..
Mau bisnis tapi gengsi ..takut gagal.
Ingat bro, gagal itu cuma untuk dilewati saja. Okay?😊
Semoga bermanfaat. ^_^🙏