07/04/2021
Bismillah
05 hari lagi....
Sejak awal keislamannya, Thalhah juga tak pernah ingkar janji dan dermawan. Pernah dia membawa pulang keuntungan dagang sebesar 700.000 dirham. Entah kenapa malamnya Thalhah gelisah, risau dan merasa tidak tenang. Istrinya sampai kebingungan melihatnya.
โMengapa engkau gelisah, apa aku telah melakukan kesalahan padamu?โ
โTidak. Engkau tak melakukan kesalahan apapun, tapi memang ada yang mengganggu pikiranku. ๐๐ข๐ค๐ข๐ซ๐๐ง ๐ฌ๐๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ก๐๐ฆ๐๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ญ๐๐ค ๐ญ๐๐ง๐๐ง๐ ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง ๐ฆ๐๐ฆ๐๐ฃ๐๐ฆ๐ค๐๐ง ๐ฆ๐๐ญ๐ ๐ฌ๐๐๐๐ง๐ ๐๐๐ ๐ก๐๐ซ๐ญ๐ ๐๐๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ค ๐๐ข ๐ซ๐ฎ๐ฆ๐๐ก๐ง๐ฒ๐.โ
โMengapa engkau sampai risau seperti itu. Bukankah banyak yang membutuhkan pertolonganmu. Besok pagi engkau bagikan saja uang itu kepada orang yang membutuhkan.
โSemoga Allah merahmatimu. Sungguh engkau wanita yang mendapat taufik Allah,โ sahut Thalhah bahagia.
Akhirnya Thalhah membagikan uang tersebut kepada fakir miskin Anshar dan Muhajirin keesokan harinya. Ia tak merasa berhak memegang harta sebanyak itu meski itu adalah hasil keuntungan dagangnya. Pantas jika Rasulullah memberinya gelar Thalhah Al-Jaud (Thalhah yang pemurah) dan Thalhah Al-Fayyadh (atau Thalhah yang dermawan).
Sumber : https://kalam.sindonews.com/read/513/70/thalhah-bin-ubaidillah-berjalan-di-muka-bumi-sesudah-kematiannya-1586761478/20