Soto Khas Bogor

Soto  Khas Bogor Berdiri Sejak Tahun 1989. Dikenal Dengan Sebutan SOTO Pak RANTA. Info Soto Kuning Khas Bogor Lezat

Ini adalah Soto Khas Bogor. Semua akan dihitung per piece.

Namanya Soto Kuning karena kuahnya menggunakan santan dan berwarna kuning. Isinya mirip soto Betawi karena didominasi oleh jerohan: Usus, Iso, Jantungi, Babat, Paru, Daging, & Kikil juga ada. Sepanjang Jl raya Ciawi Perempatan Lampu Merah,Ciawi Bogor, ini banyak sekali yang menjual soto kuning. Masakan sejenis juga banyak dijual di sepanjang Jl Pajajaran dari arah Mesjid Agung sampai Terminal Bu

s Baranangsiang. Namun yang kudu diincer adalah soto kuning Pak Ranta sudah Berdiri Sejak Tahun 1989
Lokasinya ada di Jl raya Ciawi Perempatan Lampu Merah,Ciawi Bogor. Tepatnya ada di trotoar di Dekat Pos Polisi Ciawi. Gerobak soto ini baru mulai berjualan pukul 06:00. Kita boleh memesan soto campur atau memilih sendiri isi soto yang akan kita nikmati, baik dari jenis jerohan dan jumlahnya. Harap banyak bersabar untuk makan di warung soto ini, karena pengunjung dan penikmatnya & Dengan Ketersediaan Kursi.

23/01/2019
17/03/2018

Jkt sore ini
02/10/2017

Jkt sore ini

02/04/2017

Rencana membangun kembali soto khas bogor...
Insya allah minggu ini akan membuka cabang di Pantai Indah Kapuk (P*K) yg sebelum'y udh berjalan selama 1bln di Grogol.
Thank good buat para penikmat soto di Grogol untuk motivasinya.

13/10/2016

ASSALAMUALAIKUM
YA ALLAH JADIKANLAH PERMULAAN HARI INI DENGAN PENUH KEBAIKAN PERTENGAHAN NYA MEMBAWA KEBERHASILAN DAN KEBAHAGIAAN AKHIRNYA SUATU KEBERUNTUNGAN
YA ALLAH BERILAH HAMBA DAN PARA SAHABAT HAMBA DI PAGE INI REJEKI YANG BERKAH , KESEHATAN JASMANI MAUPUN ROHANI SERTA KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT amiin amiiin yarobbal alamin

10/10/2016

Abang, aku mau kerja!”
“Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
“Itu, tetangga kita, dia kerja!”
“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
“Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
“Apa-apaan sih?”
“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
“Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
“Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
“Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
“Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi p**a, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
“Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
“Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
“Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
“Jadi, kita harus bagaimana?”
“Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
“Apa, Bang?”
“Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
“Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
“Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
“Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
“Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
“Apa?”
“Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
“Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
“Tapi, Bang?!”
“Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
“Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
“Kalau tidak kaya?”
“Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
“Apa, Bang?
“Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu s**a. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia s**a (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).
“Dunia adalah
perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]

:( :( :(
28/03/2016

:( :( :(

Address

Jl:Raya Ciawi Perempatan Lampu Merah Ciawi-bogor
Bogor
16720

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Soto Khas Bogor posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Restaurant

Send a message to Soto Khas Bogor:

Share