06/12/2016
Ikan tuna merupakan ikan yang menjadi komoditi favorit dari perikanan laut. Ketika dijual sebagai ikan konsumsi, harganya cukup mahal. Karena rasanya yang enak serta besar dan berat, membuat ikan tuna ini menjadi mahal.
Dipasaran internasioanal ikan tuna yang memiliki kualitas super dan besar bisa mendapatkan harga yang sangat mahal. Terutama untuk masyarakat negara Jepang yang kebanyakan dari orangnya s**a dengan ikan laut.
Penangkapan ikan tuna disemua negara merupakan komoditi terbaik dalam penangkapan ikan. Terutama di Indonesia, perairan Indonesia kaya akan sumber daya alam yang berasal dari laut.
Di perairan Indonesia juga merupakan tempat yang kaya akan ikan tuna berkualitas. Bahkan dari Sumatra, Jawa, sampai perairan Merauke dan seluruh perairan Nusantara dapat ditemui jenis ikan tuna.
Dalam penangkapan ikan tuna setiap penangkap ikan berbeda-beda. Ada yang menggunakan kapal besar hingga kapal atau perahu kecil. Dan caranya pun ada yang menggunakan jaring besar untuk menangkapnya dan bahkan ada yang memancingnya.
Memancing ikan tuna merupakan sebuah tantangan besar mengingat bobot ikan tuna yang bisa mencapai berat 10 kg dan mungkin bisa lebih beratnya. Karena itu ikan tuna merupakan sasaran memancing yang sangat menarik.
Ikan tuna juga merupakan ikan yang tergolong dalam ikan predator. Ikan tuna merupakan ikan yang memiliki kehebatan berenang di perairan tengah maupun permukaan. Kecepatannya dapat mencapai 70 km/jam.
Ikan bluefin dan ikan cakalang termasuk dalam satu genus dengan jenis ikan tuna ini. Ikan tuna juga merupakan ikan yang dapat bertahan hidup dalam suhu yang sangat ekstrim seperti di dekat perairan kutub.
Biasanya ikan tuna bermigrasi besar-besaran ke daerah perairan panas dekat katulistiwa. Oleh karena itu indoesia yang terdapat garis katulistiwa terdapat banyak ikan tuna yang berada di perairan Indonesia.
Ikan tuna adalah ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies family Scombridae, terutama genus Thunnus. Ikan tuna merupakan ikan yang handal dan gesit dalam berenang.
Tubuh ikan tuna sepertyi cerutu yang memiliki dua sirip punggung, sirip depan yang biasanya pendek dan terpisah dari belakang.
Ikan tuna juga memiliki jari-jari sirip tambahan (finlet) di belakang sirip punggung dan sirip dubur. Selain itu juga terdapat sirip perut kecil, sirip dada yang terletak agak ke atas, serta sirip ekor bercagak agak ke dalam dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural.
Tubuh ikan tuna berwarna biru tua dan agak gelap pada bagian atas tubuhnya. Tubuhnya juga ditutupi dengan sisik-sisik kecil. Sebagian besar ikan tuna terdapat sirip tambahan yang memiliki warna kuning cerah dengan pinggiran berwarna gelap.
Penyebaran ikan tuna seperti di Asia Tenggara dan sekitanya seperti di Indonesia sendiri, Malaysia, laut India, laut merah dan sekitanya. Selain itu juga terdapat di daerah yang beriklim sedang dan iklim tropis.
Kandungan gizi yang terdapat pada ikan tuna, memiliki kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak. Ikan tuna mengandung protein antara 22,6 – 26,2 g/100 g daging. Dan kandungan lemak antara 0,2 – 2,7 g/100 g daging.
Kandungan protein pada daging putih ikan tuna lebih tinggi dari pada daging merahnya, dan sebaliknya kandungan lemak pada daging merah lebih rendah dari pada daging merahnya.
Anda yang ingin memesan dan ingin mengetahui labih lanjut bisa menghubungi kontak yang sudah tersedia. Kami siap menerima pesanan dalam skala besar maupun skala kecil.