Djava Kraf Indonesia

Djava Kraf Indonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Djava Kraf Indonesia, Restaurant, Mega Bekasi Mall, Bekasi.

23/02/2017

“Aku mendatangi Rasulullah SAW untuk suatu keperluan.
Beliau bertanya, ‘Siapakah ini? Apakah sudah bersuami?’
‘Sudah,’ jawabku.
‘Bagaimana hubunganmu dengan­nya?’ tanya Rasulullah SAW.
‘Aku selalu mentaatinya sebatas kemampuanku.’

Rasulullah SAW bersabda, ‘Perhati­kanlah selalu bagaimana hubunganmu de­nganya, sebab suamimu adalah sur­gamu, dan nerakamu’.”
[HR An-Nasa’i dalam Al-Kubra (8963), Ahmad dalam Al-Musnad (4/341/no. 19025), dan lainnya]

“Sekiranya aku memerintahkan se­seorang untuk sujud kepada lainnya, nis­caya akan kuperintahkan seorang istri sujud kepada suaminya.”
[HR At-Tirmidzi dalam As-Sunan (1159), dan lainnya].

“Ada dua orang yang shalatnya tidak melampaui kepalanya: budak yang lari dari majikannya sampai ia kembali, dan perempuan yang durhaka kepada sua­mi­nya sampai ia mau rujuk (taubat).”
[HR Ath-Thabarani dalam Ash-Shaghir (478), dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (7330)].

“Ada tiga orang yang shalatnya tidak melampaui telinganya: hamba yang lari sampai ia mau kembali, perempuan yang bermalam sedang suaminya ma­rah kepadanya, dan seorang pemimpin kaum sedang mereka benci kepadanya.”
[HR At-Tirmidzi (360)].

“Jika seorang suami mengajak istri­nya ke tempat tidur lalu sang istri eng­gan, dan suami bermalam dalam keada­an marah kepadanya, para malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi.”
[HR Al-Bukhari kitab Bad’ al-Khalq (3237), dan Muslim kitab An-Nikah (1436)].

“Demi (Allah) Yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Rabb-nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun sua­minya meminta dirinya (untuk ber­jima’) sedang ia berada dalam sekedup, ia (istri) tak boleh menghalanginya.”
[HR Ibnu Majah dalam kitab An-Nikah (1853)].

Semoga apa yang telah saya tulis­kan di sini dari peringatan-peringatan yang disampaikan dalam hadits-hadits Nabi SAW di atas menjadi sebab para istri di zaman ini berubah arah persen­tasenya, sehingga 85% istri itu menjadi istri-istri yang shalihah. Amin ya Rabbal ‘alamin.

31/12/2015

30/12/2015
Karya anak bangsa....
30/12/2015

Karya anak bangsa....

25/12/2015
Ramayana: Kisah Cinta Rama dan SintaKetika mengikuti suaminya berburu rusa, Sinta diculik Rahwana. Bagaimana nasib Sinta...
10/11/2015

Ramayana: Kisah Cinta Rama dan Sinta

Ketika mengikuti suaminya berburu rusa, Sinta diculik Rahwana. Bagaimana nasib Sinta di tangan raksasa itu?

Alkisah di sebelah utara Sungai Gangga berdiri sebuah Kerajaan Kosala, dengan ibukotanya Ayodhya. Bertindak sebagai raja adalah Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra.

Istana dipenuhi orang-orang bijak serta luhur perbuatannya. Prabu Dasarata sendiri memang cakap karena ia mahir akan segala ilmu filsafat agama. Tak mengherankan di tangan Prabu Dasarata, Kerajaan Kosala mengalami kejayaan dan disegani oleh kerajaan-kerajaan lain di seluruh dunia.

Namun dia bersedih karena tidak kunjung diberikan keturunan. Karena itulah ia menyelenggarakan ritual agar segera dikarunia anak. Semua perlengkapan upacara sudah disediakan untuk mengundang para Dewa. Sang Maha Pendeta membacakan mantra untuk menghadirkan Bhatara Siwa dalam bentuk api suci

Sesaji yang dipersembahkan dalam ritual tersebut, dalam bentuk santapan yang nikmat rasa serta baunya. Setelah ritual selesai, sesaji diserahkan Maha Pendeta pada para permaisuri raja untuk disantap. Tak lama berselang, para permaisuri kesayangan Prabu Dasarata melahirkan putera.

Dari permaisuri Dewi Kosalya lahirlah putra sulung, Sang Rama, yang konon merupakan penjelmaan Dewa Wisnu. Dari Dewi Kekayi lahir Bharata yang terkenal sakti mandraguna, sedangkan Dewi Sumitra melahirkan dua orang putra bernama Lakshmana dan Satrugna.

Empat putra raja itu diberi pelajaran panah memanah oleh Bagawan Wasista dalam waktu tidak lama. Akhirnya mereka semuanya menjadi pintar dan cekatan tentang ilmu memanah.

Pada suatu hari, Resi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para raksasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Resi Wiswamitra dan Sang Rama berangkat ke tengah hutan diiringi adik lain ibu, Lakshmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lakshmana diberi ilmu kerohanian dari Resi Wiswamitra.

Di lingkungan pertapaan Rama dan Lakshmana tak henti-hentinya membunuh para raksasa yang mengganggu upacara para Resi. Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil memenangkan sayembara dan berhak meminang Dewi Sinta, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sinta, Rama dan Lakshmana kembali p**ang ke Ayodhya.

Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi, Sang Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata. Sedangkan Rama dipaksa meninggalkan kerajaan selama 14 tahun.

Walau ibunya dengki pada Rama, tapi Bharata sangat baik hati. Ia justru menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama.

Dalam masa pengasingannya di hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai raksasa, termasuk raksasa wanita Surpanaka yang ingin menikahi Rama dan Lakshmana. Namun keduanya menolak sehingga terjadilah pertempuran. Hidung Surpanaka terluka oleh pedang Lakshmana.

Surpanaka mengadu kepada saudaranya Rahwana bahwa ia dianiyaya. Rawana menjadi marah dan berniat membalas dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana. Melihat kecantikan Sinta, Rahwana tergiur untuk menjadikannya istri.

Rahwana kemudian merencanakan suatu tipu muslihat untuk menculik Sinta. Ia memerintahkan raksasa Ma**ca mengubah diri menjadi kijang keemasan dan melintas di depan Rama dan Sinta. Melihat kijang rupawan itu, Sinta meminta Rama menangkapnya dan memberikannya kepadanya.

Namun karena tak kunjung kembali, Lakshama yang menunggu Sinta berniat mencari Rama. Untuk melindungi Sinta, sebelum pergi Lakshama membuat lingkaran dimana Shinta tak boleh mengeluarkan anggota badan sedikitpun dari lingkaran itu.

Benar juga Rahwana tak berhasil menculik Sinta karena terhalang oleh lingkaran itu. Tapi Rahwana tak kehilangan akal. Ia menyamar sebagai brahmana yang mencari sedekah. Melihat brahmana menghampirinya, Sinta mengulurkan tangan keluar dari lingkaran untuk memberikan sedekah. Padaha saat itulah Rahwana berhasil mengeluarkan Sinta dari lingkaran dan membawanya ke Alengka.

Burung Jatayu yang berusaha menghalangi, tewas oleh senjata Rahwana. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Jatayu masih sempat mengabarkan nasib Sinta kepada Rama dan Laksmana. Kebetulan saat itu mereka berhasil membunuh Ma**ca yang mengelabuhi mereka dengan menjadi kijang jadi-jadian. Tapi ketika mereka sampai di lokasi Sinta sudah tak ada.

Dalam mencari Sinta, Rama dan Laksamana berjumpa Raja Kera bernama Sugriwa dan Hanuman. Mereka mengikat persahabatan dalam s**a dan duka. Dengan bantuan Rama, Sugriwa dapat merebut kembali Kerajaan Kiskenda dari kakaknya yang lalim, Subali. Sebagai balas jasa Sugriwa membantu Rama untuk mendapatkan kembali Shinta dengan bantuan Hanuman dan pas**an keranya. Mereka juga didukung pas**an yang dipimpin Anggada, anak Subali.

Untuk mencapai Kerajaan Alengka yang dipimpin Rahwana, Sugriwa membangun jembatan Situbanda. Dengan adanya jembatan itu, tentara Sugriwa yang dibantu Hanuman dengan ribuan pas**an keranya (wanara), dapat menyeberangi Alengka.

Terjadilah pertempuran hebat antara Pas**an kera Sugriwa dan pas**an raksasa Rahwana. Saat pertempuran tengah berlangsung, Hanuman berhasil menyusup ke istana dimana Dewi Sinta ditawan. Meski sempat tertangkap, ia berhasil meloloskan diri dan kemudian membakar ibukota Alengka.

Rahwana yang tahu kerajaannya diserbu, mengutus para sekutunya termasuk puteranya –Indrajit – untuk menggempur Rama. Nasihat Wibisana (adiknya) diabaikan dan ia malah diusir. Akhirnya Wibisana memihak Rama. Walau memiliki senjata sakti nagapasa, Indrajit gugur di tangan Lakshmana.

Setelah sekutu dan para patihnya gugur satu persatu, Rahwana tampil ke muka dan bertarung dengan Rama. Dengan senjata panah Brahmāstra yang sakti, Rama berhasil menewaskan Rahwana. Setelah Rawana gugur, tahta Kerajaan Alengka diserahkan kepada Wibisana.

Rama, Sinta, dan Lakshmana p**ang ke Ayodhya dengan selamat. Ketika sampai di Ayodhya, Bharata menyambut mereka dengan takzim dan menyerahkan tahta kepada Rama. Hanuman menyerahkan dirinya bulat-bulat untuk mengabdi kepada Rama.

Yang menjadi masalah, rakyat meragukan kesucian Sinta selama diculik Rahwana. Rama membelanya habis-habisan. Tapi Sinta tak ingin terus-terusan menjadi tertuduh. Ia pun melakukan upacara bakar diri untuk membuktikan kesuciannya. Atas pertolongan Dewa Api, Dewi Sinta tak luka sedikitpun oleh api. Rakyat Ayodhya akhirnya tak meragukan lagi kesucian Dewi Sinta dan menerimanya sebagai Permaisuri Rama.

Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa. Mereka kemudian kembali ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.

Karya anak bangsa
10/11/2015

Karya anak bangsa

08/11/2015

ﻪ ﻋﻠﻰ ﻛﺎﺋﻦ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻧﺼﺐ اﻟﺬي ﻟﻠﻪ اﻟﺤﻤﺪ و , ﺳﻠﻄﺎﻧﺎ و ﻋﺰا ﺷﺎء ﻛﻤﺎ ﺧﻠﻴﻘﺘﻪ ﻗﻲ ﺗﺼﺮف و , ﺑﺮﻫﺎﻧﺎ و اﻟﺼﻼة و . وﻏﻔﺮاﻧﺎ ﻋﻔﻮا رﺣﻤﺘﻪ و ﺑﺤﻤﻠﻪ اﻟﻤﺬﻧﺒﻴﻦ ﻋﻢ ﺑﻌﺪ و . آﻟﻪ ﻋﺒﻠﻰ و ﻣﺤﻤﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﺴﻼم .

Musim kemarau berlalu, berganti dengan musim penghujan. Suatu hal yang patut disyukuri karena Allah ta’ala masih menurunkan rahmat-Nya kepada kita mengingat dosa-dosa anak Adam sedemikian derasnya terjadi saat ini, sehingga jika kita mau memperhatikan, hampir seluruh dosa umat-umat terdahulu telah dilakukan oleh umat manusia pada saat ini.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa kemarau akan menimpa suatu kaum yang bermaksiat kepada Allah, sedangkan hujan yang diturunkan kepada mereka merupakan rahmat Allah ta’ala kepada hewan ternak. Asy Syaukani dalam Nailul Authar 4/26 mengatakan, إﻧﱠﻤَﺎ إﻧﱠﻤَﺎ اﻟْﻤَﻌَﺎﺻِﻲ اﻟْﻤَﻌَﺎﺻِﻲ ِ ِ وُﻗُﻮع وُﻗُﻮع َ َ ﻋِﻨْﺪ ﻋِﻨْﺪ ِ ِ اﻟْﻐَﻴْﺚ اﻟْﻐَﻴْﺚ َ َ ﻧُﺰُول ﻧُﺰُول َّ َّ أَن أَن ﻟِﻠْﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ ﻟِﻠْﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ِ ِ اﻟﻠﱠﻪ اﻟﻠﱠﻪ ْ ْ ﻣِﻦ ﻣِﻦ ٌ ٌ رَﺣْﻤَﺔ رَﺣْﻤَﺔ َ َ ﻫُﻮ ﻫُﻮ

“Sesungguhnya turunnya hujan tatkala maksiat tersebar hanyalah rahmat dari Allah ta’ala kepada hewan ternak”. Akankah kita mau berpikir?

Terkait dengan hujan, seorang muslim selayaknya mengetahui berbagai adab yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hujan turun. Beliau telah memberikan teladan kepada umatnya dalam seluruh perkara, tidak terkecuali dalam permasalahan ini. Bahkan setiap muslim patut mengetahui berbagai tuntunan syari’at dalam setiap perkara agar mampu mengamalkannya, sehingga pahala akan senantiasa mengalir kepada dirinya. Oleh karena itu, melalui artikel ini, kami berusaha untuk memaparkan berbagai adab yang dituntunkan ketika Allah menurunkan hujan-Nya ke permukaan bumi. Semoga Allah menjadikan amalan ini bermanfaat bagi diri kami pribadi dan kaum muslimin,

Pertama, takut dan khawatir terhadap siksa Allah

Ummul Mukminin ‘Aisyah radliallahu ‘anha pernah berkata, وﺳﻠﻢ وﺳﻠﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﷲ ﷲ ﺻﻠﻰ ﺻﻠﻰ ﷲ ﷲ رﺳﻮل رﺳﻮل رأﻳﺖ رأﻳﺖ ﻣﺎ ﻣﺎ ﻟﻬﻮاﺗﻪ ﻟﻬﻮاﺗﻪ ﻣﻨﻪ ﻣﻨﻪ أرى أرى ﺣﺘﻰ ﺣﺘﻰ ﺿﺎﺣﻜﺎ ﺿﺎﺣﻜﺎ ﻣﺴﺘﺠﻤﻌﺎ ﻣﺴﺘﺠﻤﻌﺎ ﻏﻴﻤﺎ ﻏﻴﻤﺎ رأى رأى إذا إذا وﻛﺎن وﻛﺎن ﻗﺎﻟﺖ ﻗﺎﻟﺖ ﻳﺒﺘﺴﻢ ﻳﺒﺘﺴﻢ ﻛﺎن ﻛﺎن إﻧﻤﺎ إﻧﻤﺎ ﻳﺎ ﻳﺎ ﻓﻘﺎﻟﺖ ﻓﻘﺎﻟﺖ وﺟﻬﻪ وﺟﻬﻪ ﻓﻲ ﻓﻲ ذﻟﻚ ذﻟﻚ ﻋﺮف ﻋﺮف رﻳﺤﺎ رﻳﺤﺎ أو أو اﻟﻐﻴﻢ اﻟﻐﻴﻢ رأوا رأوا إذا إذا اﻟﻨﺎس اﻟﻨﺎس أرى أرى ﷲ ﷲ رﺳﻮل رﺳﻮل وأراك وأراك اﻟﻤﻄﺮ اﻟﻤﻄﺮ ﻓﻴﻪ ﻓﻴﻪ ﻳﻜﻮن ﻳﻜﻮن أن أن رﺟﺎء رﺟﺎء ﻓﺮﺣﻮا ﻓﺮﺣﻮا ؟ ؟ اﻟﻜﺮاﻫﻴﺔ اﻟﻜﺮاﻫﻴﺔ وﺟﻬﻚ وﺟﻬﻚ ﻓﻲ ﻓﻲ ﻋﺮﻓﺖ ﻋﺮﻓﺖ رأﻳﺘﻪ رأﻳﺘﻪ إذا إذا ﻳﻜﻮن ﻳﻜﻮن أن أن ﻳﺆﻣﻨﻨﻲ ﻳﺆﻣﻨﻨﻲ ﻣﺎ ﻣﺎ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﻳﺎ ﻳﺎ ﻓﻘﺎل ﻓﻘﺎل ﻗﺎﻟﺖ ﻗﺎﻟﺖ رأى رأى وﻗﺪ وﻗﺪ ﺑﺎﻟﺮﻳﺢ ﺑﺎﻟﺮﻳﺢ ﻗﻮم ﻗﻮم ﻋﺬب ﻋﺬب ﻗﺪ ﻗﺪ ﻋﺬاب ﻋﺬاب ﻓﻴﻪ ﻓﻴﻪ ﻣﻤﻄﺮن ﻣﻤﻄﺮن ﻋﺎرض ﻋﺎرض ﻫﺬا ﻫﺬا ﻓﻘﺎﻟﻮا ﻓﻘﺎﻟﻮا اﻟﻌﺬاب اﻟﻌﺬاب ﻗﻮم ﻗﻮم

“Aku tidak pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga terlihat lidahnya, beliau hanya tersenyum. Apabila beliau melihat awan mendung dan mendengar angin kencang, maka wajah beliau akan segera berubah. ‘Aisyah berkata kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai rasulullah aku memperhatikan apabila manusia melihat awan mendung, maka mereka bergembira karena mengharap hujan akan turun. Namun, aku memperhatikan dirimu, jika mendung datang, kegelisahan nampak di wajahmu? ‘Aisyah berkata, “Maka rasulullah pun menjawab, “Wahai ‘Aisyah tidak ada yang dapat menjaminku, bahwa awan tersebut mengandung adzab. Sungguh suatu kaum telah diadzab dengan angina kencang sedangkan mereka mengatakan, “Inilah awan yang akan mengirimkan hujan kepada kami” (Al Ahqaaf: 24)” (HR. Muslim nomor 899).

An Nawawi rahimahullah mengatakan, واﻻﻟﺘﺠﺎء واﻻﻟﺘﺠﺎء ﻟﻠﻪ ﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﻤﺮاﻗﺒﺔ ﺑﺎﻟﻤﺮاﻗﺒﺔ اﻻﺳﺘﻌﺪاد اﻻﺳﺘﻌﺪاد ﻓﻴﻪ ﻓﻴﻪ ﻣﺎ ﻣﺎ وﺣﺪوث وﺣﺪوث اﻷﺣﻮال اﻷﺣﻮال اﺧﺘﻼف اﺧﺘﻼف ﻋﻨﺪ ﻋﻨﺪ إﻟﻴﻪ إﻟﻴﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﷲ ﷲ ﺻﻠﻰ ﺻﻠﻰ ﺧﻮﻓﻪ ﺧﻮﻓﻪ وﻛﺎن وﻛﺎن ﺑﺴﺒﺒﻪ ﺑﺴﺒﺒﻪ ﻳﺨﺎف ﻳﺨﺎف اﻟﻌﺼﺎة اﻟﻌﺼﺎة ﺑﻌﺼﻴﺎن ﺑﻌﺼﻴﺎن ﻳﻌﺎﻗﺒﻮا ﻳﻌﺎﻗﺒﻮا أن أن وﺳﻠﻢ وﺳﻠﻢ اﻟﺨﻮف اﻟﺨﻮف ﺳﺒﺐ ﺳﺒﺐ ﻟﺰوال ﻟﺰوال وﺳﺮوره وﺳﺮوره

“Dalam hadits ini terkandung anjuran untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah dan berlindung pada-Nya tatkala terjadi perubahan cuaca dan nampak penyebab sesuatu yang ditakutkan. Rasa takut beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut karena khawatir umat beliau akan diadzab dengan sebab kemaksiatan yang dilakukan oleh para pelaku maksiat dan beliau akan kembali gembira ketika sebab yang menimbulkan ketakutan telah berlalu (dalam hal ini awan mendung dan angin kencang-pent)” (Syarh Shahih Muslim 6/196).

Kedua, berdo’a ketika turun hujan

Apabila hujan turun maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berdo’a. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan ‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat hujan, maka beliau berdo’a dengan lafadz, ﻧَﺎﻓِﻌًﺎ ﻧَﺎﻓِﻌًﺎ ﺻَﻴﱢﺒًﺎ ﺻَﻴﱢﺒًﺎ َّ َّ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ

“Ya Allah, turunkanlah hujan yang baik dan bermanfaat” (HR. Bukhari nomor 1032).

Dalam al Umm (1/223-224) imam Asy Syafi’i menyebutkan sebuah hadits mursal, bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, اﻟﺘﻘﺎءِ اﻟﺘﻘﺎءِ َ َ ﻋِﻨْﺪ ﻋِﻨْﺪ ِ ِ اﻟﺪﱡﻋﺎء اﻟﺪﱡﻋﺎء َ َ اﺳْﺘِﺠﺎﺑَﺔ اﺳْﺘِﺠﺎﺑَﺔ اﻃْﻠُﺒُﻮا اﻃْﻠُﺒُﻮا اﻟﻐَﻴْﺚِ اﻟﻐَﻴْﺚِ ِ ِ وَﻧُﺰُول وَﻧُﺰُول ِ ِ اﻟﺼﱠﻼة اﻟﺼﱠﻼة ِ ِ وَإﻗﺎﻣَﺔ وَإﻗﺎﻣَﺔ ِ ِ اﻟﺠُﻴُﻮش اﻟﺠُﻴُﻮش

“Bergegaslah berdo’a di waktu yang mustajab, yaitu ketika bertemunya dua pas**an di medan pertempuran, ketika shalat hendak dilaksanakan, dan turunnya hujan.”

Imam Ibnul Qayyim juga menyebutkan hal ini dalam kitabnya Zaadul Ma’ad (1/439).

Ketiga, memperbanyak rasa syukur kepada Allah

Bumi yang semula tandus akan kembali subur ketika hujan membasahinya, hal ini merupakan salah satu nikmat Allah yang diturunkan kepada para hamba-Nya dan patut disyukuri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَﻣَﻦْ وَﻣَﻦْ ِ ِ ﻟِﻠﱠﻪ ﻟِﻠﱠﻪ ْ ْ اﺷْﻜُﺮ اﺷْﻜُﺮ ِ ِ أَن أَن َ َ اﻟْﺤِﻜْﻤَﺔ اﻟْﺤِﻜْﻤَﺔ َ َ ﻟُﻘْﻤَﺎن ﻟُﻘْﻤَﺎن آﺗَﻴْﻨَﺎ آﺗَﻴْﻨَﺎ ْ ْ وَﻟَﻘَﺪ وَﻟَﻘَﺪ ﻓَﺈِنﱠ ﻓَﺈِنﱠ َ َ ﻛَﻔَﺮ ﻛَﻔَﺮ ْ ْ وَﻣَﻦ وَﻣَﻦ ِ ِ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪ ﻟِﻨَﻔْﺴِﻪ ُ ُ ﻳَﺸْﻜُﺮ ﻳَﺸْﻜُﺮ ﻓَﺈِﻧﱠﻤَﺎ ﻓَﺈِﻧﱠﻤَﺎ ْ ْ ﻳَﺸْﻜُﺮ ﻳَﺸْﻜُﺮ ١٢ ١٢ ٌ ) ٌ ) ﺣَﻤِﻴﺪ ﺣَﻤِﻴﺪ ٌّ ٌّ ﻏَﻨِﻲ ﻏَﻨِﻲ َ َ اﻟﻠﱠﻪ اﻟﻠﱠﻪ ) )

“Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji” (Luqman: 12).

Imam An Nawawi dalam Al Adzkar (1/182) berkata, وﺗﻌﺎﻟﻰ وﺗﻌﺎﻟﻰ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﷲ ﷲ ﻳﺸﻜﺮ ﻳﺸﻜﺮ أن أن وﻳﺴﺘﺤﺐ وﻳﺴﺘﺤﺐ اﻟﻤﻄﺮ اﻟﻤﻄﺮ ﻧﺰول ﻧﺰول أﻋﻨﻲ أﻋﻨﻲ ، ، اﻟﻨﻌﻤﺔ اﻟﻨﻌﻤﺔ ﻫﺬه ﻫﺬه ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻰ . .

“Dianjurkan untuk bersyukur kepada Allah atas curahan nikmat ini, yaitu nikmat diturunkannya hujan.”

Keempat, mengguyur sebagian badan dengan air hujan

Dari Anas radliallahu ‘anhu, dia berkata, ﷲ ﷲ ﺻﻠّﻰ ﺻﻠّﻰ ﷲ ﷲ رﺳﻮل رﺳﻮل ﻣﻊ ﻣﻊ وﻧﺤﻦ وﻧﺤﻦ أﺻﺎﺑﻨﺎ أﺻﺎﺑﻨﺎ ﷲ ﷲ رﺳﻮل رﺳﻮل ﻓﺤﺴﺮ ﻓﺤﺴﺮ : : ﻗﺎل ﻗﺎل ، ، ﻣﻄﺮ ﻣﻄﺮ وﺳﻠّﻢ وﺳﻠّﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻠﻴﻪ أﺻﺎﺑﻪ أﺻﺎﺑﻪ ﺣﺘﻰ ﺣﺘﻰ ﺛﻮﺑﻪ ﺛﻮﺑﻪ وﺳﻠّﻢ وﺳﻠّﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﷲ ﷲ ﺻﻠّﻰ ﺻﻠّﻰ ﺻﻨﻌﺖ ﺻﻨﻌﺖ ﻟﻢ ﻟﻢ ﷲ ﷲ رﺳﻮل رﺳﻮل ﻳﺎ ﻳﺎ ﻓﻘﻠﻨﺎ ﻓﻘﻠﻨﺎ ، ، اﻟﻤﻄﺮ اﻟﻤﻄﺮ ﻣﻦ ﻣﻦ ﺑﺮﺑﻪ ﺑﺮﺑﻪ ﻋﻬﺪ ﻋﻬﺪ ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺪﻳﺚ ﻷﻧﻪ ﻷﻧﻪ “ “ : : ﻗﺎل ﻗﺎل ؟ ؟ ﻫﺬا ﻫﺬا

“Hujan mengguyur kami beserta rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap sebagian bajunya sehingga hujan membasahi sebagian tubuhnya. Kami bertanya kepada beliau, “Wahai rasulullah, mengapa engkau lakukan hal itu? Beliau menjawab, “Aku melakukannya karena hujan tersebut adalah rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah” (HR. Muslim nomor 898).

An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim 6/196 mengatakan, رﺑﻪ رﺑﻪ ﺑﺘﻜﻮﻳﻦ ﺑﺘﻜﻮﻳﻦ أي أي ﺑﺮﺑﻪ ﺑﺮﺑﻪ ﻋﻬﺪ ﻋﻬﺪ ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﻌﻨﻰ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﺮﻳﺒﺔ ﻗﺮﻳﺒﺔ وﻫﻲ وﻫﻲ رﺣﻤﺔ رﺣﻤﺔ اﻟﻤﻄﺮ اﻟﻤﻄﺮ أن أن وﻣﻌﻨﺎه وﻣﻌﻨﺎه اﻳﺎه اﻳﺎه وﻓﻲ وﻓﻲ ﺑﻬﺎ ﺑﻬﺎ ﻓﻴﺘﺒﺮك ﻓﻴﺘﺒﺮك ﻟﻬﺎ ﻟﻬﺎ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﷲ ﷲ ﺑﺨﻠﻖ ﺑﺨﻠﻖ اﻟﻌﻬﺪ اﻟﻌﻬﺪ أﻧﻪ أﻧﻪ أﺻﺤﺎﺑﻨﺎ أﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻟﻘﻮل ﻟﻘﻮل دﻟﻴﻞ دﻟﻴﻞ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻫﺬا ﻫﺬا ﻏﻴﺮ ﻏﻴﺮ ﻳﻜﺸﻒ ﻳﻜﺸﻒ أن أن اﻟﻤﻄﺮ اﻟﻤﻄﺮ أول أول ﻋﻨﺪ ﻋﻨﺪ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﻟﻴﻨﺎﻟﻪ ﻟﻴﻨﺎﻟﻪ ﻋﻮرﺗﻪ ﻋﻮرﺗﻪ

“Makna dari ucapan beliau ‘ ﺑﺮﺑﻪ ﻋﻬﺪ ﺣﺪﻳﺚ ’ adalah hujan ini semata-mata dibentuk oleh Rabb-nya, maksudnya adalah hujan tersebut adalah rahmat yang baru saja diciptakan Allah ta’ala, maka beliau bertabarruk dengannya. Hadits ini merupakan dalil bagi pendapat rekan-rekan kami (para ulama bermazhab Syafii, ed) yang menyatakan bahwa dianjurkan menyingkap bagian tubuh selain aurat ketika permulaan hujan agar hujan mengguyur tubuhnya.”

Muhammad bin Abu Bakr Az Zur’i juga menyebutkan hal yang senada dalam kitabnya Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khairil ‘Ibad (1/439).

Kelima, berdzikir setelah turunnya hujan

Hal ini berdasarkan kandungan yang tersirat dalam hadits Zaid bin Khalid Al Jahni radliallahu ‘anhu , beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, وَرَﺣْﻤَﺘِﻪِ وَرَﺣْﻤَﺘِﻪِ ِ ِ ﷲ ﷲ ِ ِ ﺑِﻔَﻀْﻞ ﺑِﻔَﻀْﻞ ﻣُﻄِﺮْﻧَﺎ ﻣُﻄِﺮْﻧَﺎ

“Hujan diturunkan kepada kami dengan karunia dan rahmat-Nya” (HR. Bukhari nomor 1038, Muslim nomor 71).

Keenam, berdo’a agar cuaca dicerahkan kembali

Apabila hujan turun dengan derasnya dan dikhawatirkan membawa mudharat, maka kita dianjurkan untuk berdo’a kepada Allah agar cuaca dicerahkan kembali, sebagaimana hadits Anas, dimana Rasulullah berdo’a dengan lafadz,

ِ، ِ، اْﻵﻛَﺎم اْﻵﻛَﺎم ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻠَﻰ َّ َّ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ ، ، ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ َ َ وَﻻ وَﻻ ﺣَﻮَاﻟِﻴْﻨَﺎ ﺣَﻮَاﻟِﻴْﻨَﺎ َّ َّ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ ِ، ِ، اْﻷَوْدِﻳَﺔ اْﻷَوْدِﻳَﺔ ِ ِ وَﺑُﻄُﻮْن وَﺑُﻄُﻮْن ِ، ِ، وَاْﻟﻈَﺮَاب وَاْﻟﻈَﺮَاب ِ، ِ، وَاﻟﺠِْﺒَﺎل وَاﻟﺠِْﺒَﺎل اﻟﺸﱠﺠَﺮِ اﻟﺸﱠﺠَﺮِ ِ ِ وَﻣَﻨَﺎﺑِﺖ وَﻣَﻨَﺎﺑِﺖ

“Ya Allah turunkanlah hujan di daerah sekitar kami, bukan di daerah kami. Turunkanlah hujan di perbukitan, pegunungan, di lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan” (HR. Bukhari nomor 933, Muslim nomor 897).

Ketujuh, berdo’a ketika mendengar petir

Dari Abdullah ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendengar suara petir, maka beliau berujar,

َ، َ، ﺑَﻌَﺬَاﺑِﻚ ﺑَﻌَﺬَاﺑِﻚ ﺗُﻬْﻠِﻜُﻨَﺎ ﺗُﻬْﻠِﻜُﻨَﺎ َ َ وَﻻ وَﻻ َ، َ، ﺑِﻐَﻀَﺒِﻚ ﺑِﻐَﻀَﺒِﻚ ﺗَﻘْﺘُﻠْﻨَﺎ ﺗَﻘْﺘُﻠْﻨَﺎ َ َ ﻻ ﻻ َّ َّ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ اَﻟﻠﱠﻬُﻢ ذَﻟِﻚَ ذَﻟِﻚَ َ َ ﻗَﺒْﻞ ﻗَﺒْﻞ وَﻋَﺎﻓِﻨَﺎ وَﻋَﺎﻓِﻨَﺎ

“Ya Allah, janganlah Engkau hancurkan kami dengan kemarahan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan adzab-Mu, selamatkanlah diri kami sebelum hal tersebut terjadi” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad nomor 721, Tirmidzi nomor 3450, Hakim 4/286, beliau mengatakan, “Shahihul Isnad dan keduanya (Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya) dan hal ini disetujui oleh Adz Dzahabi”. Syaikh Abdul Qadir Al Arnauth dalam takhrij beliau terhadap Al Adzkar hal. 262 mengatakan isnad hadits ini lemah, namun memiliki syahid yang dapat menguatkannya.).

Dari Abdullah ibnuz Zubair radliallahu ‘anhu dengan status mauquf, bahwasanya beliau tatkala mendengar petir berdo’a dengan do’a berikut,

ِ، ِ، ﺑِﺤَﻤُﺪِه ﺑِﺤَﻤُﺪِه ُ ُ اﻟﺮﱠﻋْﺪ اﻟﺮﱠﻋْﺪ ُ ُ ﻳُﺴَﺒﱢﺢ ﻳُﺴَﺒﱢﺢ اﻟﱠﺬِي اﻟﱠﺬِي َ َ ﺳُﺒْﺤَﺎن ﺳُﺒْﺤَﺎن ﺧِﻴْﻔَﺘِﻪِ ﺧِﻴْﻔَﺘِﻪِ ْ ْ ﻣِﻦ ﻣِﻦ ُ ُ وَاْﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔ وَاْﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔ

“Mahasuci Allah, dimana petir bertasbih dengan memuji-Nya, dan juga malaikat karena takut akan kemarahan-Nya” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad nomor 723; Malik nomor 1801; Ibnu Abi Syaibah nomor 29214, 29216 dengan sanad yang shahih).

Demikan yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini. Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi kita semua, sehingga kita mampu melewati musim penghujan ini dengan meraup pahala. و و آﻟﻪ آﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻰ و و ﻣﺤﻤﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﷲ ﷲ ﺻﻠﻰ ﺻﻠﻰ و و اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺪﻳﻦ ﻳﻮم ﻳﻮم إﻟﻰ إﻟﻰ ﺗﺒﻌﻬﻢ ﺗﺒﻌﻬﻢ ﻣﻦ ﻣﻦ و و ﺻ

08/11/2015

Keramik-keramik yang indah dari Banjarnegara.

Banjarnegara memiliki potensi kerajinan yang bernilai seni tinggi, selain potensi obyek wisata dan wisata kuliner. Kerajinan di Banjarnegara antara lain kerajinan keramik, kerajinan bambu dan kayu, tatah sungging, batik motif Banyumasan, dll.

Kerajinan keramik tentu sudah kalian temukan diberbagai daerah. Kabupaten Banjarnegara juga memiliki sentra kerajinan keramik yang bermutu tinggi dengan tehnik pembuatan keramik dengan membakar glazur sehingga menghasilkan keramik yang mengkilap. Tak heran banyak para wisatawan terutama dari Eropa banyak memesan keramik hasil tangan para pengrajin keramik klampok. w.o.w... Sentra kerajinan keramik ini terletak di bagian barat Banjarnegara, lebih tepatnya di wilayah Desa Klampok sekitar 30 km dari Kota Banjarnegara, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Terdapat show room keramik yang memiliki koleksi beraneka macam keramik yang indah di sepanjang jalan kecamatan Klampok yang dapat kalian temui.

Awal Mula Sentra kerajinan keramik Klampok diprakarsai Kandar Atmomiharjo saat menjadi guru di Kebumen (1935). Beliau mendapat kesempatan dari Pemerintah Belanda untuk belajar ilmu keramik di Keramische Laboratorium di Bandung. Selesainya beliau belajar di Bandung, beliau menjabat sebagai pemimpin perusahaan keramik milik Pemerintah Belanda. Usai berkarier di perusahaan keramik, beliau kembali ke Klampok dan mendirikan perusahaan keramik Usahanya tidaklah sia-sia karena sejak kemunculan perusahan keramik rintisannya ini menginspirasi banyak pihak sehingga pertumbuhan industri keramik di Purworejo Klampok semakin berkembang.

Keramik klampok merupakan salah satu jenis kerajinan yang berasal dari lempung atau tanah liat melalui proses pembakaran dikerjakan dengan Tangan (Hand mide). Dibandingkan sentra-sentra keramik lain, produk keramik Klampok memiliki keunggulan pada material bahan dasar yang lebih kuat. Terlebih, proses pembakaran juga di atas 1.100 derajat celcius dan menyebabkan hasil produk lebih kokoh dengan tekstur tetap dinamis. Keramik klampok di Kabupaten Banjarnegara mempunyai nilai seni tinggi dengan motif dan bentuk yang khasyang membedakan dengan keramik daerah lain serta hiasannya yang memadukan unsur-unsur tradisional dan modern dengan daya tarik yang khas sesuai dengan perkembangan masyarakat saat ini.

Untuk bahan dasarnya, lempung atau tanah liat yang diambil dari daerah Kaliwiro (Wonosobo), Cilongok, dan Banyumas. Cara membuat keramik pertama menyiapkan lempung yang akan dibuat keramik. Kedua, lempung dibentuk menurut selera. Ketiga, bentuk keramik kemudian dikeringkan. Selanjunya keramik dibakar, lalu diglasir untuk tahap akhirnya.

Kerajinan keramik Klampok ini sangat cocok sebagai hiasan di rumah, rumah makan, hotel, maupun perkantoran. Bahkan, perabotan dapur yang terbuat dari tanah liat pun tersedia. Kerajinan keramik Klampok ini sangat cocok sebagai hiasan di rumah, rumah makan, hotel, maupun perkantoran. Bahkan, perabotan dapur yang terbuat dari tanah liat pun tersedia.

Jenis-jenis keramik yang diproduksi antara lain :

Guci

Poci (produk andalan keramik dari Banjarnegara)

Tempat paying

Aneka eaten set

Aneka binatang (gajah dll )

Tempat bunga

Meja kursi taman

Aneka ragam bentuk souvenir. Berikut kisaran harga keramik klampok :

Gantungan Kunci Kupu-Kupu : 1 set berisi 3 buah, Rp 15.000 Tempat Lilin : Rp 20.000 Celengan Kucing Kecil : Rp 10.000 Celengan Kucing Besar : Rp 17.500 Set Teh Poci 3 Cangkir : Rp 35.000 Set Teh Poci 2 Cangkir : Rp 20.000

Bagaimana, teman? Soal harga terjangkau bukan? Kalau mencari yang mahal banyak, tapi untuk barang murah yang berkualitas dan bernilai seni tinggi Keramik Klampoklah menjadi jawabannya. Terutama bagi kalian penggemar keramik maka tidak ada salahnya membeli keramik Klampok. Setelah mengunjungi objek wisata, sempatkan p**a untuk mengunjungi sentra kerajinan keramik Klampok untuk membeli cendera mata bagi keluarga, kerabat, maupun sahabat. Selain karena memiliki nilai seni yang tinggi, harganya pun cukup terjangkau.

Silakan berkunjung ke Banjarnegara yaaa, temaaaaan... Aku tunggu lho ^_^I

06/11/2015

Tips Etika dalam Menggunakan Sosial Media

Jaman sekarang sosial media itu sudah seperti kebutuhan penting bagi beberapa orang. Tak jarang, ia selalu terhubung dengan dunia luar melalui sosial media. Hubungan yang dibangun bisa dengan orang-orang yang akrab dan sangat dikenalnya di dunia nyata, ada p**a yang dibangun dengan orang-orang yang belum dikenalnya secara nyata (hanya di dunia maya).

Ada beragam sosial media yang sering digunakan, seperti yang populer misalnya facebook, twitter, dan google+. Selama berinteraksi atau bersosialisasi dengan sahabat melalui sosial media, tentunya ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Ini penting agar aktivitas anda di sosial media tidak berdampak buruk pada kehidupan anda, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Dibully karena memasang status tertentu, atau bahkan tanpa sadar anda telah membully orang lain adalah salah satu contoh imbas negatif dari sosial media. Terganggunya aktivitas lainnya yang lebih penting (misalnya pekerjaan) karena terlalu asyik bersosialmedia, juga contoh lain imbas negatif dari kegiatan bersosial media.

Nah, untuk menjaga agar imbas-imbas negatif dari aktivitas sosial media tidak terjadi pada diri anda, tentunya anda harus memenuhi etika dalam penggunaan sosial media. Ini penting diperhatikan oleh anda secara pribadi, karena bersosial media seperti juga berbicara, kicauan komentar atau status bisa ditanggapi bermacam-macam oleh khalayak. Jangan sampai aktivitas anda dalam bersosial media membawa kerugian, di mana seharusnya kita memperoleh manfaat dari kegiatan ini, minimal sebagai hiburan dan sumber informasi aktual.

Mengucapkan kata-kata kasar, provokatif, p***o, atau SARA

Siapapun teman anda tentu tidak akan s**a jika anda berkata-kata kasar, p***o, provokatif, atau bermuatan SARA. Ini akan memicu konflik di antara anda dengan pengguna sosial media kenalan anda. Salah-salah, anda bisa kena tuntut.

Memposting atau membagikan status bersifat hoax

Beberapa kenalan anda seringkali memposting atau membagikan status berisi artikel yang sangat menarik, menggelitik. Beritanya atau isinya heboh atau mungkin akan sangat bermanfaat bagi sahabat-sahabat sosial media anda. Sesuatu yang belum pernah anda dengar, dan saat membacanya membuat anda terkagum-kagum. Wait..... jangan segera dibagikan. Teliti dulu. Ada banyak informasi yang bersifat HOAX (bohong) yang disebarkan. Macam-macam tujuan seseorang membuat berita atau status hoax, salah satunya mungkin untuk sekedar membuat sensasi. Internet di tangan anda, jadi telusuri dulu informasi itu benar atau tidak. Jangan sampai anda ikut-ikut membagi informasi yang salah buat sahabat-sahabat dunia maya anda.

Terlalu sering mengumbar status yang bersifat pribadi yang semesti menjadi rahasia (curhat)

Beberapa orang s**a sekali mengumbar status yang bersifat curhatan hatinya yang sebenarnya. Wah ini tentu berlebihan sekali. Apalagi tujuannya hanya untuk mendapatkan sekedar simpati dari banyak orang. Betapa menggelikan sekali bukan? Bagaimana kalau akibatnya anda (jika memposting status seperti itu) diolok-olok dan dibully oleh warga sosial media. Tentu sangat tidak mengenakkan. Kehidupan pribadi anda akan menjadi rahasia umum. Jika anda sedang menjalin hubungan dengan seseorang, bisa saja status-status yang anda sering update di sosial medialah yang akan menjadi duri dan penyebab keretakan hubungan anda. Tidak ingin demikian bukan?

Mengcopy-paste gambar, artikel, atau apapun yang mungkin berhak cipta (berlisensi)

Seringkali kita tanpa sadar atau menganggap remeh file-file gambar atau artikel di sosial media. Anda kemudian mengumbar gambar dan file-file tersebut di status atau beranda anda tanpa mengecek terlebih dahulu apakah gambar atau file itu berlisensi (mengandung hak cipta). Salah-salah, anda bisa dituntut karena melakukan pelanggaran hak cipta lewat sosial media. Runyam bukan?

Bertengkar di sosial media

Bertengkar di sosial media adalah hal yang paling konyol yang saya bisa bayangkan. Tapi ini seringkali terjadi, bahkan tanpa disadari oleh orang yang bertengkar ia itu bagaikan orang yang sedang cakar-cakaran di tengah pasar. Memalukan sekali. Dengan mudah status dan komentar-komentas anda dan rival dibaca oleh banyak orang. Dari sana, semua pengguna media sosial yang terhubung dengan anda atau rival anda dapat menilai bagaimana sebenarnya sifat anda. Duh..duh... gak lah yauuu....

Tidak memperhatikan kerahasiaan informasi pribadi yang bersifat penting

Pada setiap platform sosial media, biasanya anda akan dimintakan beragam informasi yang sifatnya pribadi, bahkan tanpa kita sadari informasi itu sangat penting karena akan terkait dengan kehidupan anda. Data-data yang anda simpan dan unggah ke platform sosial media harus dijaga kerahasiaannya, sehingga tidak semua orang dengan mudah mengetahui alamat, nomor telepon, nama ibu kandung, nama ayah, nama suami, anak, dsb, yang mungkin nanti dapat dijadikan sarana untuk meretas akun bank anda misalnya. Atau sebagai bahan untuk melakukan penipuan terhadap anda. Berabe kan? Karena itu berhati-hatilah. Banyak kejahatan terjadi setiap saat di internet (cyber crime). Anda tentu tak mau jadi korbannya.

Bila beropini, dasarkan pada fakta, bukan dugaan semata

Hal yang paling mudah dan menyenangkan di sosial media adalah menuliskan opini tentang sesuatu hal. Anda harus hati-hati dengan ini. Bisa saja opini anda yang tidak didasari fakta (kenyataan), dan hanya bersumber dari pengalaman atau prasangka anda saja (subjektif), mengundang reaksi negatif dari suatu komunitas atau seseorang yang merasa terserang. Ingat kasus Florence yang gara-gara statusnya membuat warga Jogja marah? Ah.. sekali lagi saya ingat, hati-hatilah.

Address

Mega Bekasi Mall
Bekasi

Telephone

085903332646

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Djava Kraf Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category