KUPI Sareng

KUPI Sareng KUPI SARENG adalah kopi saring warisan leluhur dari Aceh. Bersumber dari biji kopi pilihan yang diramu khusus dan disajikan secara tradisional.

Sahabat KUPI Sareng Walau hujan kalian tetap setia mengunjungi, makasih All Dah Ngunjungi.. (29/05/2015)
29/05/2015

Sahabat KUPI Sareng Walau hujan kalian tetap setia mengunjungi, makasih All Dah Ngunjungi.. (29/05/2015)

19/05/2015
Suasana semalam 17/05/2015 di KUPI Sareng
18/05/2015

Suasana semalam 17/05/2015 di KUPI Sareng

Suasana semalam di Kupi Sareng yang rame, keluarga cut "seorang artis" datang berkunjung..
18/05/2015

Suasana semalam di Kupi Sareng yang rame, keluarga cut "seorang artis" datang berkunjung..

Mengisi wkt 2 hari libur dalam sebulan, Team Work KUPI Sareng berziarah ke makam Pejuang Aceh Makam Cut Nyak Dien yang t...
13/05/2015

Mengisi wkt 2 hari libur dalam sebulan, Team Work KUPI Sareng berziarah ke makam Pejuang Aceh Makam Cut Nyak Dien yang terletak di kompleks pemakaman anggota keluarga milik Siti Khodijah, yang berjarak beberapa ratus meter arah selatan Kota Sumedang, Jawa Barat. __ Kolonial Belanda sengaja mengasingkan Cut Nyak Dien dari Aceh, agar jauh dan tidak ada yang menziarahinya. Namun kami putra putri Aceh tak pernah lupa akan sejarah. Kemanapun ia diasingkan, Cut Nyak Dien adalah pejuang dan endatu (leluhur) kami generasi Aceh, datang menziarahi dan selalu mendo'akannya.
"Generasi yang ingin lebih maju kedepan adalah generasi yang tak lupa akan sejarah".

_______________________________________________
KUPI Sareng akan kembali buka esok siang hari tgl 14 mei'15. Setelah berlibur 2 hari. Selamat hari berlibur bersama orang2 tercinta..

Bedanya Kopi Aceh dengan Jakarta   Hampir semua orang di dunia ini, tau dan kenal yang namanya kopi. Mau tidak mau, s**a...
10/05/2015

Bedanya Kopi Aceh dengan Jakarta

Hampir semua orang di dunia ini, tau dan kenal yang namanya kopi. Mau tidak mau, s**a tidak s**a, saya kira semua orang di dunia ini mengenalnya. Bedanya, sebagian orang menjadikan kopi sebagai teman akrab, dan sebagian yang lain biasa saja. Tidak jarang p**a menjadi musuh bebuyutan karena dianggap (atau bahkan memang) mendatangkan penyakit baginya. Namun, bagaimanapun yang namanya kopi tetap dikenal.

Di Indonesia, kopi menjadi minuman favorit banyak suku. Apalagi tanaman kopi bisa hidup di banyak tempat dengan “mudah”. Sehingga kita sering dengar istilah “petani kopi” yang berarti sekelompok orang yang bekerja untuk menanam kopi, menjaga, memanen dan mengolahnya. Kondisi ini p**a yang selanjutnya memunculkan personal-personal atau kelompok-kolompok pecinta kopi.

Salah satu suku bangsa yang “gila” kopi adalah orang Aceh. Bagi yang pernah datang ke Aceh, tentunya lebih tahu bagaimana kopi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat keseharian. Aceh menjadi ikon surganya penikmat dan pecinta kopi. Di Aceh, anda tidak perlu capek-capek bikin kopi sendiri. Berbagai jenis kopi, aroma kopi, ada di warung kopi dengan harga terjangkau. Lebih mudah lagi, warung kopi itu ada di mana-mana, sangat mudah mencarinya. Dari yang paling kecil hingga yang besar, dari pinggiran hingga pusat kota, tersebar merata. Kemudahan dan kenyamanan inilah yang membuat orang s**a nongkrong ber kongko ria berjam-jam di warung kopi, maka sangatlah layak juga jika Aceh disebut provinsi seribu warung kopi.

Suasana ini jauh berbeda dengan ibukota negara kita, Jakarta. Minum kopi dan nongkrong berlama-lama bukanlah sebuah budaya yang sering kita jumpai di Jakarta. Warung kopi sangat susah bisa diperoleh disini. Kalau pun ada itu pasti ditempat yang ekslusif dan mahal, memang tidak bisa dipungkiri, yang murah meriah memang ada, namun itu hanyalah kopi sachetan biasa yang rasanya terasa jauh berbeda dengan kopi yang diracik langsung.

Seperti kata pepatah “beda padang beda ilalang, beda lubuk beda ikannya”, antara Aceh dan Jakarta memiliki budaya minum dan warung kopi yang berbeda. Beberapa perbedaannya adalah sebagai berikut:

Aceh, biji kopi diolah secara tradisional. Di warung-warung kopi yang tersebar di Aceh, sebelum kopi dituangkan ke dalam gelas, kopi disaring terlebih dahulu dengan kain khusus sehingga tidak ada serbuk kopi yang masuk ke dalam gelas. Orang Aceh menyebut kopi ini dengan nama “Kupi Saréng”. Dan untuk menghasilkan rasa serta aroma kopi yang nikmat, baristanya Kupi Saréng memiliki cara tersendiri dalam menyaring kopi, bahkan membutuhkan kayu arang untuk mencipkatakan rasa kopi lebih nikmat. Hmmmm…

Berbeda lagi dengan Jakarta, pada umumnya kopi berbentuk sachet dan disajikan hanya dengan menggunakan air panas, juga tidak disaring, sehingga terkadang ampasnya menempel sedikit di gigi.

Kemudian berbicara soal warung kopi di Aceh, yang memiliki banyak warung kopi, ada dimana-mana, penuh dan rame pengunjung. Kalau anda masuk ke warung kopi di Aceh, anda akan mendengar suara “gemuruh” seperti di pasar. Semua orang berbicara, tertawa, bercerita, berdiskusi, dan bahkan temu kangen. Bukan itu saja, hampir semua warung kopi di Aceh memiliki fasilitas WiFi gratis, fasilitas ini mutlak harus dimiliki jika ingin warung kopinya tetap eksis. Kalau mau minum kopi dengan tenang dan senyap, memang bukan warung kopi tempatnya jika di Aceh, kecuali pada waktu tidak banyak orang dan waktu-waktu senggang.

Nah, suasana ini sangat berbeda dengan Jakarta. Warung kopi sangat jarang, jika pun ada biasa tempatnya sangat sempit, membuat orang tidak nyaman untuk duduk. Terkecuali kita nongkrong di warung-warung kopi berkelas seperti Starbuck dan beberapa lainnya, baru suasana yang ada di Aceh dapat kita rasakan, akan tetapi kita harus merogoh kantong lebih dalam untuk itu.

Namun kini anda jangan terlalu khawatir, telah ada tempat ngopi yang masih bisa dijangkau dengan kemampuan keuangan kita..

KUPI Saréng
Jl.Grand Galaxy Boulevard No.1 - Grand Galaxy City
Bekasi - Indonesia

Suasana ngopi yang nyaman, kongko bersama orang-orang tercinta, harga kopinya yang nikmat asli Aceh dan tidaklah semahal nong krong di Starbuck, membuat suasana ngopi di Kupi Saréng Grand Galaxy City lebih sempurna. Dengan harga rata-rata diatas Rp 8.000,- anda bisa mendapatkan segelas kopi saring asli Aceh dengan berbagai varian biji kopi. Ada biji kopi saring tradisional Aceh, bubuk kopi ulee kareng, Arabica, robusta dan bahkan luwak liar coffee juga ada disini, semua asli dari Aceh, termasuk baristanya Kupi Saréng juga asli dari Aceh. Suasana keAcehan sangat kental terasa. Dan tidak ketinggalan juga, anda bisa menikmati kenyamanan di warung Kupi Saréng ini dengan fasilitas WiFi seperti pada umumnya warung kopi di Aceh.

https://twitter.com/kopisareng

The latest Tweets from Kopi Saring (). Kuliner Asli Aceh; mie kepiting, teh tarik rempah, kopi saring arabica, robusta & kopi luwak liar original. Fresh milk, fresh juice, roti bakar khas dll

http://bekasitrendi.com/bendi-bekasi-trendi-ke-metmal/
08/05/2015

http://bekasitrendi.com/bendi-bekasi-trendi-ke-metmal/

Bendi 80-90’s, sejarahnya gimana sih? Hehee..belum setahun sdh mau bahas sejarah…mudah2an tidak terus menjadi tinggal sejarah yaaa…. Its okey..mumpung masih segar dalam ingatan. Bermula dari group WA yg dibuat oleh pok Yessy tgl 15 september 2014, untuk menampung Hitters asal bekasi, biar klo ngumpu…

Saréng Haba (sekilas info) :
07/05/2015

Saréng Haba (sekilas info) :

Address

GRAND GALAXY
Bekasi
17147

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KUPI Sareng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Restaurant

Send a message to KUPI Sareng:

Share

Category