Anindo farm

Anindo farm kembali membuka peluang bisnis yang di lupakan

18/11/2017

Sebelum kita belajar berwira usaha alangkah baiknya belajar dari POM BENSIN.....?
Ada yang tau jawabanya....?

02/11/2017

berfikir positif ,tetap semangat dalam menjalani kehidupan,menerima dengan lapang dada apa yang telah di peroleh hari ini.

KALKUN ASLI INDONESIA TERANCAM PUNAHKalkun adalah burung besar dari keluarga ayam-ayaman (Phasianidae) yang hidup di dae...
17/10/2017

KALKUN ASLI INDONESIA TERANCAM PUNAH

Kalkun adalah burung besar dari keluarga ayam-ayaman (Phasianidae) yang hidup di daerah semak dan padang rumput Amerika Utara. Daging burung ini sangat populer di negara asalnya, terutama saat perayaan hari Thanks Giving. Saat ini, Kalkun menjadi salah satu unggas yang banyak diternakkan di seluruh dunia.

Beberapa jenis burung di Indonesia memiliki penampilan mirip ayam Kalkun. Kepala dan lehernya gundul tak berbulu dengan warna menyolok. Bagian kulit di sekitar kepala dan lehernya, termodifikasi sedemikian rupa sehingga mirip gelambir menggantung. Saat musim kawin tiba, gelambir ini akan membesar/mengembang untuk memikat betina.

Kalkun ala Indonesia ini termasuk spesies terancam punah dan kurang dikenal sehingga kami angkat dalam edisi tulisan kali ini.

Gambar 1. Kalkun Amerika Utara Meleagris gallopavo, jenis Kalkun yang umum dikenal dan tersebar di seluruh dunia. Sumber: animal.memozee.com.

Aepypodius bruijnii sejatinya termasuk burung gosong (suku Megapodidae) berukuran besar dengan panjang 43 cm. Burung ini secara resmi dikenal dengan nama Maleo Gunung. Kadang-kadang disebut juga Maleo Waigeo. Masyarakat setempat mengenal burung ini dengan nama “Mangkwap”.

Meskipun termasuk keluarga burung gosong, namun bentuk tubuhnya lebih mirip ayam Kalkun sehingga dalam bahasa Inggris disebut Brush Turkey atau Bruijn’s Turkey. Agar lebih praktis, kita sebut saja nama burung unik ini Kalkun Waigeo.

Kalkun Waigeo memiliki bulu yang didominasi warna coklat pudar dengan kombinasi abu-abu di bagian punggung dan kecoklatan di bagian dada. Bagian kepala nyaris tak berbulu alias gundul (trondol) dengan warna merah atau merah jambu. Pangkal ekor berwarna coklat terang.

Burung jantan dewasa memiliki jengger besar berwarna merah. Bentuknya sangat unik karena menyerupai bunga jengger ayam Celosia cristata atau sikat. Bahkan, bentuk jengger ayam ini sepintas mirip gaya rambut penyanyi rock Jon Bon Jovi di era 80-an (Gambar 2 kiri).

Bagian kepala dan lehernya polos tanpa bulu seperti ayam Kalkun pada umumnya. Burung ini juga memiliki 3 gelambir yang menggantung di leher bagian bawah.

KALKUN Indonesia-dody94.wordpress.com

Gambar 2. Kalkun Waigeo Aepypodius bruijnii (kiri) dan Kalkun Pegunungan Arfak Aepypodius arfakianus (kanan). Sumber: zoochat.com dan worldwitch.com.

Kalkun asli Indonesia ini sangat langka dan hanya dapat ditemukan di Pulau Waigeo dan Batanta, Raja Ampat, Papua. Selain Kalkun Waigeo, Indonesia juga memiliki satu spesies Kalkun lainnya, yaitu Kalkun Pegunungan Arfak Aepypodius arfakianus.

Kalkun Arfak memiliki daerah sebaran yang sangat luas. Wilayahnya mencakup seluruh daerah pegunungan di Papua hingga Papua Niugini. Kalkun ini juga ditemukan Pulau Yapen dan Misool. Populasi di seluruh daerah sebarannya masih cukup banyak.

Kalkun Waigeo dikenal dunia ilmu pengetahuan dari 21 spesimen yang dikoleksi sekitar tahun 1938. Begitu langkanya burung ini, hingga tidak seekor pun yang berhasil ditemukan selama 15 kali ekspedisi riset di Waigeo. Burung ini akhirnya ditemukan kembali pada tahun 2002 setelah dilakukan pencarian secara intensif selama 2 bulan.

Satu individu ditemukan di sekitar puncak gunung Nok di Teluk Majalibit. Selain penampakan satu individu, juga ditemukan 28 gundukan sarang.

Dari survei terakhir, hanya 3 daerah yang dianggap layak menjadi habitat Kalkun Waigeo karena populasinya masih cukup banyak, yaitu Gunung Danai (36,2 km2, elevasi 600-950 m), Bukit Mnier (10,7 km2, elevasi 600-870 m) dan Gunung Sau Lal (8 km, elevasi 600-970 m).

KALKUN Indonesia2-dody94.wordpress.com

Gambar 3. Kalkun Waigeo remaja dengan jengger yang belum berkembang sempurna (kiri). Perangko PNG bergambar Kalkun Pegunungan Arfak dengan jengger yang sedang mengembang (kanan). Sumber: Arkive.org.

Hampir sebagian besar (65 %) populasi Kalkun Waigeo diperkirakan terdapat di Gunung Danai. Populasi ini mencakup 47 sarang dengan 84 individu dewasa yang diketahui secara pasti. Populasi burung di seluruh Waigeo diperkirakan mencapai 977 individu dewasa dengan 349 sarang.

Lantai dasar hutan di atas bukit Karst yang berbatu runcing dan tajam menjadi habitat Kalkun Waigeo. Meskipun lebih sering ditemukan di daerah berelevasi tinggi, kadang-kadang Kalkun Waigeo juga turun ke daerah pantai, terutama saat musim kemarau.

Immature-Bruijns-brush-turkey1

Gambar 4. Kalkun Waigeo remaja. Sumber: arkive.org.

Sebagaimana kelompok burung Gosong lainnya, Kalkun Waigeo mengubur telurnya dalam gundukan sampah yang besar. Sarang terbuat dari kumpulan serasah daun, ranting dan sampah hutan lainnya, yang dikais burung jantan hingga membentuk gundukan besar.

Aspek biologi Kalkun Waigeo seperti makanan, perilaku, daerah jelajah dan lain-lain tidak banyak di ketahui. Saat ini habitat Kalkun Waigeo terancam oleh rencana penambangan Kobalt dan Nikel, pembakaran hutan untuk lahan pertanian, dan pemangsaan oleh anjing liar.

Pembentukan C***r Alam Waigeo Barat seluas 1.530 km2 kemungkinan belum cukup untuk melindungi populasi Kalkun Waigeo. Selain Kalkun Waigeo, burung Gosong Abu-Abu Megapodius freycinet juga banyak ditemukan kawasan hutan pantai di daerah pesisir.

Kalkun Lengkap

Gambar 5. Kalkun Waigeo (kiri) dan Kalkun Gunung Arfak (kanan). Keduanya masih tergolong burung muda.

Kalkun Waigeo masuk dalam daftar merah spesies yang terancam punah oleh IUCN dengan status genting (endangered), akibat populasi yang sedikit dan daerah sebaran yang sangat terbatas.

Kalkun Arfak lebih mudah ditemukan, memiliki populasi yang banyak dan stabil serta daerah sebaran yang luas sehingga oleh IUCN dikategorikan masih beresiko rendah untuk punah (least concern).

Kegiatan riset dan upaya perlindungan terhadap satwa langka seperti Kalkun Waigeo perlu ditingkatkan untuk menghindarkan spesies ini dari kepunahan.
ADAPUN JENIS JENIS AYAM KALKUN SEBAGAI BERIKUT

04/10/2017

kembali membuka peluang bisnis yang di lupakan

03/10/2017

BISMILLAH...semoga jadi awal yang baik

02/10/2017

terima kasih saya ucapkan kepada rekan-rekan semua yang telah berkenan menyukai halaman ini.semoga dapat bermanfaat kepada kita semua dan bisa membawa kebaikan untuk semua

kembali membuka peluang bisnis yang di lupakan

Alhamdulillah....
01/10/2017

Alhamdulillah....

Cara Sukses Usaha Ternak Ayam KalkunProduk dari ayam, baik itu daging maupun telurnya selalu menjadi pilihan utama masya...
14/09/2017

Cara Sukses Usaha Ternak Ayam Kalkun
Produk dari ayam, baik itu daging maupun telurnya selalu menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Hal ini membuat usaha peternakan ayam memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan. Tak jarang, para wirausahawan muda pun melirik peternakan ini, satu diantaranya adalah Zainal. Usianya masih 23 tahun, namun ia sudah memiliki usaha yang menjanjikan, yakni peternakan ayam kalkun. Muhammad Zainal Arifin mengembangkan bisnis ini sejak tahun 2010. Berawal dari sekedar hobi memelihara ayam kalkun, kini Zainal bisa mengantongi omset hingga lima juta rupiah per bulan.

Zainal beternak ayam kalkun jenis M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar atau wild turkey. Saat ini ada sekitar 200 ekor kalkun di kandang miliknya. Konsumen Zainal rata-rata adalah pengusaha restoran.

ayam kalkun
Kepada konsumen, Zainal menjual kalkun yang sudah memiliki berat antara 4 hingga 5 kg seharga Rp 250.000 per ekor. Sedangkan kalkun berbobot 6 hingga 8 kg dijual seharga Rp 350.000 per ekor. Lain lagi kalau kalkun besar berbobot 9 hingga 15 kg dijual dengan harga 650 ribu rupiah per ekor. Dalam sehari, Zainal bisa menjual antara 7 hingga 10 ekor kalkun. Ia juga menerima pesanan daging kalkun. Zainal menjual daging kalkun seharga 55.000 rupiah per kg. Selain dagingnya, telur kalkun juga laris diburu konsumen. Dalam sebulan, ayam kalkun bisa menghasilkan antara 15 hingga 20 butir telur. Tertarik untuk mengikuti jejak Zainal? Peternak kalkun memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Perawatan kalkun juga tidak sulit. Untuk pakan, kalkun cukup diberi sayuran segar yang dicampur dengan bekatul. Dengan modal sedikit untung yang menggiurkan.

Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk usaha ayam kalkun?
Untuk memulai bisnis ternak ayam kalkun, tak jauh berbeda dengan ayam kampung maupun ayam broiler. Tahapan persiapannya dimulai dari pemilihan lokasi atau tempat usaha, pembuatan kandang, pengadaan bibit atau induk, penyediaan pakan, dan pemeliharaan. Semua tahapan ini hampir sama dengan peternakan jenis ayam lainnya. Silahkan baca "Usaha beternak ayam" di link ini!

Kemudian anda perlu juga mengetahui jenis-jenis ayam kalkun. Ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina memiliki ukuran lebih kecil dari kalkun jantan dengan warna bulu yang kurang berwarna-warni. Saat berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dengan melihat ukuran tubuhnya dan rentangan sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata. Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan oleh para petani untuk diambil daging dan telurnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya di Amerika.

Untuk tahap pemilihan bibit ayam kalkun, yang perlu anda perhatikan adalah pemilihan bibit yang sehat dan unggul dengan ciri-ciri nafsu makan yang baik, kotorannya berwarna normal (tidak encer atau putih kehijauan), gerak-geriknya gesit dan lincah, serta berasal dari indukan unggul. Indukan yang unggul biasanya merupakan betina produktif yang memiliki kaki dan badan yang besar. Di pasaran harga bibit anak ayam kalkun atau DOC (Day Old Chick) sekitar Rp 20.000 - Rp 40.000 per ekor.

Untuk pemeiliharan dan perawatan, tak jauh berbeda dengan pemeiliharan ayam potong. Secara garis besar dapat dibagi dalam tiga fase, yakni:

usaha ternak ayam kalkun
Perawatan pertama (basic care) adalah perawatan yang dilakukan terhadap anakan ayam kalkun yang masih berusia 0 hari - 1,5 bulan. Hal terpenting pada masa perawatan ini adalah "warming lamp" atau pemanasan suhu kandang ayam dengan lampu. Ayam kalkun yang berusia kurang dari 1,5 bulan memerlukan suhu diatas 30-45 °C. Hal lain yang perlu juga anda perhatikan adalah feeding atau proses pemberian makan. Pada usia 0-20 hari anak ayam harus diberi makanan dengan kandungan nutrisi yang sesuai, misalnya berupa bekatul dicampur air panas dan tambahan potongan sayuran.

Perawatan menengah (Medium care) dilakukan ketika anakan telah mencapai usia lebih dari 1,5 bulan hingga 6 bulan atau menuju tahap dewasa. Pada masa ini, kita sudah bisa membedakan jenis kelaminya. Pemberian lampu penghangat sudah tidak dibutuhkan lagi dan persiapan kandang yang lebih luas agar ayam bisa bergerak secara bebas atau dibiarkan lepas dari kandang. Jenis pakannya pun tak jauh berbeda dari perawatan basic care.

Perawatan Lanjutan (advanced care) merupakan pemeliharaan ayam kalkun yang sudah memasuki usia lebih 6 bulan. Pada masa ini, sebaiknya pisahkan ayam kalkun yang berjenis kelamin jantan dengan pejantan lainya untuk menghindari perkelahian sesama pejantan. Bila kalkun betina tampak merunduk-runduk maka kalkun itu sudah siap untuk kawin dan sebentar lagi akan betelur. Pada masa inilah ayam kalkun akan mengawali masa reproduksi. Pada umur sekitar 7 bulan ayam kalkun bisa mencapai 8 kg- 9 kg, dan siap dipasarkan.

Apa sajakah ide bisnis turunan dari ternak ayam kalkun ini? Menggeluti usaha peternakan ayam kalkun ternyata tak hanya sebatas dagingnya saja. Ada banyak bisnis turunan yang bisa dijalankan seperti: bisnis bibit kalkun, bisnis telur ayam kalkun, bisnis kios daging ayam kalkun, bisnis kotoran sebagai pupuk, kerja sama dengan restoran atau menjadi distributor daging kalkun, serta bisnis pemanfaatan atau pengolahan bulu kalkun menjadi produk ekonomis, misalnya kipas, kemoceng, aksesoris pakaian, dan sejenisnya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter

08/02/2017
08/02/2017

Masih melanjut seri ayam kalkun nih, kali ini akan saya share mengenai pemasaran ayam kalkun. Cara pemasaran ayam kalkun pertama kali bisa dengan terlebih dahulu menawarkan ke lingkungan terdekat, seperti kawan-kawan dekat. Biasanya dari sana akan banyak yang memesan anakan kalkun. Hal ini akan sangat lebih mudah jika sang kawan tersebut memang s**a memelihara unggas. Kemudian bisa dilanjutkan dengan memasarkannya secara online untuk menawarkan secara langsung ke peternak pemula maupun ke sesama peternak senior.

Agar lebih mudah dalam memasarkan ayam kalkun, ada baiknya membentuk kelompok ternak, dari kelompok ternak bisa memasarkan hasilnya ke supplier atau restoran dengan permintaan secara kontinu. Sehingga masalah yang sering dihadapi peternak kecil berupa rutinitas pengiriman bisa teratasi. Hal ini juga bisa menghindarkan para peternak kecil dari himpitan harga para tengkulak.

Bagi anda yang belum terlalu paham cara ternak kalkun, tetap bisa mengawali usaha ini namun dengan modal kecil hanya sekitar Rp.500rb yang digunakan untuk membeli sepasang indukan. Sedangkan jika ingin langsung berbisnis skala sedang, bisa memelihara 10-50 ekor indukan di lahan sekitar 50-200m². Lahan tersebut biasanya digunakan untuk area pemeliharaan berupa ruang terbuka (umbaran), penemparan mesin tetas, kandang kawin, kandang indukan dan kandang anakan.

Kendala dan Resiko
Kendala yang paling dirasakan pelaku terutama untuk penjualan ke luar pulau jawa yaitu pada bagian pengurusan surat jalan. Resiko yang dihadapi jika ada wabah penyakit terutama virus flu burung yang akan sulit penanganannya. Hal ini tentu harus dicegah dengan menjaga kebersihan kandang dan memberi pakan yang cukup serta vitamin. Untuk anakan bisa diberi suplemen seperti vitachik atau suplemen alami, misalnya air gula merah. Kunjungi juga dinas peternakan setempat yang menyediakan vaksin untuk unggas secara gratis. Dan jangan lupa berkonsultasi pada peternak-peternak senior yang lebih berpengalaman.

Address

Jalan Wukir Gang 5 No. 50 Kel. Temas
Batu
65315

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anindo farm posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Restaurant

Send a message to Anindo farm:

Share