Sekarwiku

Sekarwiku Page khusus yang menekuni seluk-beluk Sekar/bunga Wijaya Kusuma (Wiku), mulai dari Mitos & Legenda, Klasifikasi Ilmiah, Budidaya, Khasiat Herbal, & Komunitas.

Seluk beluk bunga atau kembang Wijayakusuma Hias (Epiphyllum sp) & Wijayakusuma Keraton (Pisonia Grandis var Silvestris): mitos & legenda, klasifikasi ilmiah, budidaya, khasiat herbal, dan komunitas. Lokasi kebun: http://www.google.co.id/maps/@-7.9338194,112.5752917,200m/data=!3m1!1e3

https://www.youtube.com/watch?v=Ohpma6ZyNIY
07/05/2026

https://www.youtube.com/watch?v=Ohpma6ZyNIY

Dalam video kali ini, aku berada di Pendopo Kabupaten Cilacap untuk menyaksikan langsung rangkaian upacara sakral Miwaha Sekar Wijayakusuma, salah satu tradi...

Susi Pudjiastuti on X
14/07/2025

Susi Pudjiastuti on X

Tidak heran anaknya s**a. Karena dulu bapaknya juga memburunya. Terlepas bahwa bapaknya memburu ke selatan dan anaknya k...
30/12/2023

Tidak heran anaknya s**a. Karena dulu bapaknya juga memburunya. Terlepas bahwa bapaknya memburu ke selatan dan anaknya ke utara.

LEGENDA BUNGA WIJAYA KUSUMAPada zaman dahulu tersebutlah seorang maharaja dari Kediri Jawa Timur, yang bergelar Prabu Aj...
22/11/2023

LEGENDA BUNGA WIJAYA KUSUMA

Pada zaman dahulu tersebutlah seorang maharaja dari Kediri Jawa Timur, yang bergelar Prabu Aji Pramosa. Ia terkenal sebagai raja yang keras kepala dan tidak mau tunduk kepada raja-raja dari negeri lain. Ia sangat gemar mengadu kesaktian untuk mencari lawan tanding dan berambisi menjadi manusia paling digdaya di tanah Jawa.

Pada zaman ini p**a Resi Kano atau Kiai Jamur tinggal di wilayah kekuasaan Prabu Aji Pramosa. Akhirnya Sang Prabu pun mendengar kabar bahwa Sang Resi adalah orang sakti. Aji Pramosa pun merasa tersaingi kesaktiannya oleh Resi Kano. Oleh karena itu Sang Prabu segera memerintahkan para prajurit pilihannya untuk mempersiapkan keperluan perjalanan menuju tempat tinggal Resi Kano.

Segera setelah itu, sang Prabu pun mendatangi kediaman Kiai Jamur. Namun sebelumnya, Kiai Jamur telah diberitahu oleh abdinya bahwa Prabu Aji Pramosa akan mendatanginya dan mengajaknya bertanding. Kiai Jamur lebih memilih untuk menghindari kedatangan Sang Prabu dengan melakukan perjalanan ke arah barat.

Menyaksikan kenyataan bahwa Resi Kano tidak ada di tempatnya, Prabu Aji Pramosa pun sangat murka. Raja dan prajuritnya memutuskan untuk mengejar Kiai Jamur sampai ketemu dan berniat akan membunuhnya sebagai balasan karena Kiai Jamur dianggap telah menentang titah sang raja.

Resi Kano terus berjalan ke arah barat di sepanjang pesisir laut selatan. Hingga di suatu tempat ia melihat ada sebuah p**au di seberang lautan. Ia yakin, di tempat itu tidak akan ada yang menemukannya. Resi Kano bermaksud menghabiskan sisa-sisa usianya di tempat itu dalam ketenangan dengan bertapa di sebuah gua. Selama beberapa purnama, Resi Kano asyik dalam pertapaannya. Ia semakin menyatukan diri dengan alam di sekitarnya.

Karena kegigihan para telik-sandi kerajaan, akhirnya tempat persembunyian Resi Kano pun berhasil ditemukan. Sang Prabu dan para prajurit pilihannya segera berangkat menuju tempat persembunyian Resi Kano di sebuah gua di p**au seberang. Tanpa berpikir panjang lagi, rombongan Sang Prabu menghampiri Sang Resi dan langsung membunuhnya. Karena Resi Kano sedang larut dalam pertapaan, maka usaha pembunuhan itu berlangsung dengan tanpa perlawanan. Namun Sang Prabu terkejut karena jasad Resi Kano tibatiba menghilang tanpa bekas.

Bersamaan dengan menghilangnya jasad Resi Kano, Prabu Aji Pramosa dan rombongannya dikejutkan oleh suara gemuruh ombak dan badai pasir disertai angin yang sangat kencang. Lalu muncullah seekor naga yang sangat besar. Naga itu hendak melahap rombongan Sang Prabu. Kian lama ombak itu kian membesar dan banyak penyupenyu menepi ke teluk. Karena itulah lalu di kemudian hari, teluk itu diberi nama Teluk Penyu.

Tak hanya sampai disitu, naga itu kian mendekat ke arah Sang Prabu. Dengan tergesa-gesa Prabu Aji Pramosa melepas anak panahnya ke arah naga tersebut. Anak panah melesat tepat di ulu hati sang naga. Naga itu pun menghilang, demikian p**a ombak serta gemuruh angin badai berhenti seketika.

Belum habis ketegangan di wajah Sang Prabu, bersamaan menghilangnya naga itu tiba-tiba Sang Prabu dikejutkan dengan munculnya seorang gadis yang sangat elok rupawan. Ia memperkenalkan diri bernama Dewi Wasowati. Ia lalu mendekati Sang Prabu untuk berterima kasih karena Sang Prabu telah membantunya untuk bisa kembali ke wujud aslinya. Sang Dewi lalu mengulurkan tangannya memberikan setangkai bunga.

โ€œTuan, terimalah dan rawatlah Kembang Wijaya Kusuma ini. Siapa saja yang mendapatkan cangkok kembang ini akan menurunkan raja-raja di tanah Jawa,โ€ pesan Dewi Wasowati.

Tak lama setelah itu Dewi Wasowati menghilang. Sedangkan Sang Prabu termangu karena penasaran siapakah gadis itu? Namun ia lalu bergembira dengan pesannya.

Karena saking gembiranya, saat berhasil menyeberang kembali Sang Prabu baru menyadari bahwa kembang itu tak ada lagi di tangannya karena terjatuh di laut terbawa ombak. Setelah sampai di kerajaan, Sang Prabu mendapat berita bahwa di p**au karang dekat Nusa Kembangan tumbuh bunga yang aneh dan ajaib. Ternyata bunga Wijaya Kusuma yang terjatuh itu terdampar dan tumbuh di atas p**au karang.

Dengan rasa sedih dan kecewa dalam hatinya, Prabu Aji Pramosa menamai p**au itu Nusa Kembangan (p**au bunga), yang di kemudian hari dikenal sebagai Nusa Kambangan.

---oOo---

Rentang Warna Bunga Wiku Bunga epikaktus hibrid sudah ada sejak sebelum tahun 1900 hingga saat ini terus bertambah jumla...
03/10/2023

Rentang Warna Bunga Wiku

Bunga epikaktus hibrid sudah ada sejak sebelum tahun 1900 hingga saat ini terus bertambah jumlahnya. Sampai detik ini rentang warna bunganya hanya dari putih, kuning, oranye, merah, pink, dan sedikit keunguan. Tidak ada yang mengandung warna biru, hijau, apalagi hitam.

Karena semakin ramai inilah, akan terjadi berbagai bentuk penipuan. Mulai dari editing foto bunga ditempel di daun, warna bunga diedit, menawarkan hibrida warna-warni di olshop tetapi yang dikirim bunga putih kecil, dsb.

Dua foto terlampir ini contoh hasil editing dari bunga pumilum berwarna putih saya ubah menjadi biru hanya dengan aplikasi ACDSee.

Bagaimana, mau warna apa?
๐Ÿ˜Š

Ukuran bunga tidak selalu sama, bahkan meskipun pada daun yang sama. Bunga yang muncul dari atau mendekati ujung daun bi...
11/09/2019

Ukuran bunga tidak selalu sama, bahkan meskipun pada daun yang sama. Bunga yang muncul dari atau mendekati ujung daun biasanya lebih kecil, dan bisa terjadi juga pada hibrida yang baru pertama kali mekar. Karena itulah sebelum hibrida baru didaftarkan masih harus membandingkan ukuran bunga sejak pertama kali mekar sampai dua tahun berikutnya untuk melihat konsistensi corak dan ukuran bunga.

EPIPHYLLUM in PAINTINGAwal tahu lukisan-lukisan ini hampir tak percaya ini adalah lukisan. Keren tenan.http://www.galler...
19/03/2019

EPIPHYLLUM in PAINTING

Awal tahu lukisan-lukisan ini hampir tak percaya ini adalah lukisan. Keren tenan.
http://www.galleryone.com/artframing/davis.html

BRIAN DAVIS, born: 1946 in California, he was raised by musician parents to appreciate all things artistic. Painting became a passion with magnificent flowers and landscapes as his favorite subjects. Luckily for collectors, he portrays them as romantic, compelling images ripe with sharpness, color, movement, edge and light.

Before he begins his masterpieces, Brian spends extensive time researching and scouting for a flower or scene that catches his eye. He carries a camera everywhere so he can shoot a subject at any moment. Since flowers wilt so quickly, and it can take weeks for him to complete a painting, Brian has found a way to create a floral image from a series of different shots for each flower. He may not do an exact botanical rendering and he may change colors and leaves at will. But the essence of the flower is always paramount. Brian believes that the depth in his art is derived from paying attention to the subtle shifts in value - relative to darks and lights.

He is often asked if there is a light source behind his paintings. "The light is the real subject of my work. The flower is the stage, the light is the dancer." Among his many achievements, he is most proud of his commissioned work for The Huntington Library Art Collections and Botanical Gardens. His works can also be found in the permanent collections of The Huntington Library, The Los Angeles County Museum of Art, and the New York Botanical Garden.

---oOo---

Group khusus diskusi Wijaya Kusuma:
https://www.facebook.com/groups/epiphyllum.indonesia

Address

Batu
65326

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekarwiku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Restaurant

Send a message to Sekarwiku:

Share

Category