04/01/2026
Hutang oh Hutang (Part-3)
Masih muda, sdh bekerja di sebuah perusahaan bonafid, punya gaji lumayan dan sdh mulai punya tabungan. Kelihatannya cukup keren dan menjanjikan.
Saat itu kalo gak salah usia saya 23th, dan sdh punya pacar, juga lagi bucin2nya๐
. Usia kita terpaut 5th, yg kata orang sangat ideal๐. Hanya masalahnya saya kerja di Kota Cirebon, sdgkan kekasih masih kuliah di Kota Jogja.
Dari perkenalan singkat saat sama2 berteduh dari derasnya hujan saat itu, kami pun menjalin hubungan asmara.
Nah masalah mulai terjadi saat malam minggu tiba. Katanya teman2 pada diapelin oleh pacar2nya, sdgkan dia hanya manyun cemberut gak diapelin krn beda kota.
Di tahun tsb sdh ada handphone, hanya komunikasi masih terbilang mahal. Kenapa demikian? Karena fasilitas di handphone baru tersedia SMS dan voice call.
Untuk SMS hanya dibatasi 160 karakter, itupun sdh termasuk spasi. Jadi gak bisa kirim pesan panjang2๐
. Sdgkan biaya telpon sesama GSM kategori nya masih mahal.
Pada suatu saat saya punya kesempatan pulang ke Jogja dalam rangka ngapel pacar, di waktu itu dia bertanya kepada saya, apakah saya serius menjalin hubungan ini atau tidak.
Ya saya bilang serius!
Kalimat selanjutnya membuat jantung saya mau berhenti. Pacar saya menginginkan kita berdua segera menikah. Kalo memang serius, segera lamar saya, begitu ucapnya kala itu.
Tiba2 rasanya waktu berhenti, dan saya blank karena tidak dapat berpikir.
Jujur saya belum kepikiran ke arah sana, karena saya merasa tabungan belum cukup dan belum punya nyali. Masih ingin menikmati masa pacaran.
Tapi karena gengsi dan gak mau kehilangannya muka, saya sanggupi keinginannya untuk segera melamar. Namun saya minta beberapa waktu lagi untuk bicara dgn kedua orangtua saya dan juga mengumpulkan modal.
Singkat cerita saya pulang ke Jakarta untuk menemui kedua orangtua saya dan mengutarakan maksud hati. Saya membayangkan adanya keceriaan dalam wajah orangtua saya krn anaknya akan segera menikah.
Apa daya kenyataan berkata lain. Kedua orangtua saya malah kaget begitu saya mengutarakan niat saya untuk segera menikah. Mereka mempertanyakan apakah saya menghamili anak orang?
Saya bilang tidak. Saya berhubungan dan berpacaran dgn baik dan sehat, tidak neko2 dan macem2 apalagi melanggar norma susila dan agama.
Saya ditanya, memang sudah berapa lama saya pacaran krn orangtua saya sama sekali belum kenal apalagi tahu siapa pacar saya ini.
Kami baru 3 bulan pacaran, terang saya. Dan terlihat ekspresi bapak dan ibu tidak setuju. Mereka bilang jangan2 kamu dijebak?
Saya jelas kan tidak, pacar saya dari keluarga baik2 koq, dan termasuk keluarga terpandang di daerahnya. Ayahnya dulu mantan lurah (atau camat saya lupa, tp yg jelas pejabat di daerah nya). Dan keluarganya juga memiliki usaha toko besi dan material dengan bbrp cabang.
Saya bilang ke bapak-ibu bahwa saya gak mungkin mundur karena saya sdh sowan ke keluarganya di Cilacap, dan sudah mengutarakan niatan saya untuk melamar. Dan keluarga pacar saya bilang tinggal menunggu kabar dari orangtua saya di Jakarta, kapan acara lamaran akan dilangsungkan.
Bapak saat itu hanya diam, tidak berkata apa2. Saya bilang ke bapak dan ibu saya hanya butuh restu, untuk itu saya memberitahukan niatan ini. Sungguh diluar ekspektasi saya, mereka berdua hanya diam.
Besok harinya ibu memanggil aku, beliau bilang memasrahkan keputusan ini ditangan saya sendiri.
Silahkan kalo mau nikah, kami sbg orangtua hanya bisa mendoakan, namun kami tidak bisa ikut acara lamaran, begitu ibu ku berucap.
Saya pun hanya mengucapkan terimakasih, saya hanya butuh doa dari orangtua. Saya tidak berpikir panjang dan dalam, apa maksud dari perkataan ibu kala itu, saya masih terlalu muda dan minim pengalaman.
Singkat cerita saya hanya didampingi perwakilan dari om saya, adik kandung dari ibu, dan orangtua angkat saya di Cirebon berikut anak2nya, untuk berangkat ke Cilacap melakukan lamaran.
Setelah lamaran hari2 berjalan seperti biasa, saya kembali kerja dan calon saya kembali kuliah. Yg beda adalah saat ini saya sdh punya calon istri.
Sebagai bekal untuk pernikahan yang nanti akan diselenggarakan 5 bulan lagi, saya harus semakin giat bekerja dan banyak menabung. Untuk itulah setengah dari penghasilan saya, saya transfer ke calon istri. Maksudnya biar dia yg pegang saja, toh nanti dia akan jadi istriku juga.
Nah guys apa yg mungkin difirasatkan orangtua saya akhirnya terjadi. Dikarenakan saya harus semakin irit untuk bekal nikah, saya memutuskan untuk tidak ke Jogja kalo tidak perlu2 amat. Karena saya wajib lebih irit lagi dan lebih banyak nabung.
Karena saya selalu menolak untuk datang apel saat malam minggu dgn alasan supaya bisa lebih banyak nabung, suatu waktu ada SMS masuk ke HP saya, dan itu datang dari teman kuliah dan teman satu kost calon istri saya.
Bunyi SMS nya memberitahukan bahwa sejak saya gak ke Jogja lagi, calon saya ini sudah jalan dgn laki2 lain.
Membaca SMS itu rasanya bak kesambar petir di siang bolong... โกโก
Saya mencoba mengkonfirmasi berita itu kepada calon istri saya. Dan jawaban darinya malah membuat saya berpikir. Dia bilang kalo berita itu tidak betul. Dia bilang pilih percaya siapa, omongan orang atau omongan calon istrimu?
Jelas saya bilang lebih percaya dia, krn dia calon istri saya. Bahaya kalo ada isue dari orang lain dan kemudian saya termakan omongannya dan membuat rumah tangga kami berantakan. Begitu saya menanggapinya.
Kemudian hari dan minggu kemudian berlaku, saya mulai merasa ada perubahan sikap dan rasa dari calon istri saya. Jadi dingin dan tidak sehangat biasanya. Tapi saya tetap tidak curiga. Tetap mentransfer setengah dari penghasilan saya kepadanya.
Suatu waktu saya cabut kerja di hari Jumat, hanya absen pagi dan lgs gas ke Jogja dgn menggunakan sepeda motor maksud hati ingin memberikan kejutan.
Saya sempatkan mampir ke rumah calon mertua di Cilacap dan menginap semalam disana.
Walau saat itu calon istri saya sdh berubah dan bersikap jadi dingin, sepertinya keluarganya tidak ada yg tahu, krn mereka bersikap biasa2 saja ke saya. Tidak ada yg aneh.
Sabtu pagi setelah sarapan bersama keluarga calon mertua saya lgs tancap gas ke Jogja, dgn harapan siang sampai dan malam nya bisa memberi kejutan krn.
Saya sudah membayangkan yg indah2, calon istri saya terkejut dan sangat senang melihat kehadiran saya, begitu saya membayangkan.
Saya sampai Jogja pas adzan dzuhur. Setelah shalat saya lgs istirahat tidur siang, dan berencana pas ashar datang ke kostnya.
Setelah mandi, wangi dan shalat ashar, saya lgs bergegas ke kost2an calon istri saya. Dan apa yg terjadi saudara2 sekalian...???
JENG, JENG, JENG...!!!
Maaf ada ada iklan dulu mau lewat.
The Unforgetable Cake from QCook & Cakes. Ada 3 varian PASTRY super duper lezat yg bisa kalian order, free ongkir wilayah Jogja dgn pemesanan minimal 2 pax :
โข Pastry Ayam Creamy : Rp50rb
โโข Pastry Sosis Bolognese : Rp50rb
โโข Pastry Pisang Coklat : Rp50rb
Pastry Spesial bisa untuk teman minum teh/kopi, atau bisa sebagai hantaran persahabatan ke rekan dan hadaitaulan.
Order : โ wa.me/6282114040233
Pastry Premium Qcookncakes
๐ก๐ข ๐ฅ๐๐๐๐ฌ ๐ฆ๐ง๐ข๐๐
Made by order
Always fresh from oven
Powered by : https://qcookncakes.com/
The Unforgetable Cakes