18/09/2021
Awet hingga dijadikan cadangan makanan sejak dulu.
Gepuk adalah salah satu kuliner khas Sunda yang terkenal. Tak jarang sajian ini dijadikan oleh-oleh Bandung.
Gepuk merupakan daging sapi yang direbus atau diungkep bersama bumbu dan rempah hingga empuk. Gepuk dibuat dengan melunakkan daging sapi dengan cara dipukul. Orang Sunda menyebutnya “digepuk”, dipukul-pukul atau dimemarkan hingga agak pipih, dan digoreng sebelum disajikan.
Sejarah keberadaan empal gepuk di Nusantara bisa dirunut jauh hingga abad ke-15 Masehi, karena catatan (gepuk) ini ada dalam naskah kuno.
Sanghyang Siksa Kandang Karesian.
Sanghyang Swawarcinta.
Merupakan dua naskah yang paling banyak menyebut tradisi kuliner Sunda. Termasuk juga di dalamnya adalah teknik memukul, menggepuk atau mememarkan daging seperti yang kita kenal sekarang. Teknik memukul daging tersebut berasal di wilayah Priangan. Wilayah tersebut kini terdiri dari kawasan Bandung, S**abumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Sumedang.
Dahulu, gepuk tidak menggunakan daging sapi melainkan daging kerbau. Pada masa itu, masih banyak masyarakat Nusantara yang beragama Hindu dimana Umat Hindu menggangap sapi sebagai hewan sakral sehingga tidak dikonsumsi. Setelah Islam menyebar, barulah penggunaan daging sapi pada masakan khas Nusantara mulai banyak dilakukan, termasuk dalam gepuk.
Gepuk, dulu tidak biasa dipakai bukan untuk lauk harian, dikonsumsi setelah beberapa hari kemudian, bahkan beberapa pekan kemudian. Dibuat sebagai persediaan makanan hingga bekal berkelana, dimana dulu mobilitas tidak secepat zaman sekarang.
Daging gepuk saat itu juga lazim ditemukan dalam kegiatan-kegiatan spesial seperti kenduri atau selamatan serta jadi salah satu unsur yang lazim disajikan dalam tumpeng.
Anda dapat memesan gepuk dengan mengirim WA ke 08882329718
wa.me/08882329718
instagram.com/bungalawang.in
fb.com/bungalawang.in
t.co/bungalawang_in