05/04/2018
Kidung Cinta al-Rahman dan Mazmur
Alkisah. Suatu malam, saya ngirim pesan singkat pada Neng, perempuan yang saya cintai waktu itu.
"Neng, saya rindu kamu," kata saya dalam pesan itu.
"Mas, kenapa selalu rindu?" tanyanya.
"Gak tau, aku rindu kamu malam ini. Itu saja," ku balas pertanyaannya.
Munkin perempuan yang saya panggil Neng tersebut heran kenapa saya selalu merindukannya. Katanya, "kan tadi siang kita sudah ketemu. Kenapa malam ini rindu lagi?"
Saya tidak tahu apa yang akan saya jadikan jawaban selain, "gak tau. Aku gak tahu kenapa malam ini aku rindu kamu lagi, Neng."
Perempuan cantik dan manis bukan asli Bantul Yogyakarta ini selalu sabar menghadapi ledakan-ledakan kerinduan saya padanya. Tidak pernah lelah dia mengayomi diri saya yang kekanak-kanakan ketika rindu padanya bergelombang bagai ombak di depan rumahnya.
Saya yakin waktu itu dia juga bingung mau berbuat apa di kotsnya di jalan Batikan Yogyakarta sana. Akhirnya dia memberiku saran, "Mas, coba kamu ngaji al-Qur'an, agar rindumu itu sembuh."
"Neng," kata saya, "kalau ngaji dalam keadaan rindu padamu aku sering menangis. Apalagi baca surah al-Rahman."
Ya, surah al-Rahman selalu indah dan menakjubkan bagi saya. Ia mempesona, menebar cinta kasih sayang, dan menyemai nikmat besar dari Tuhan. Matahari dan remburan, bintang dan pepohonan, langit yang dijunjung serta bumi yang dipijak adalah nikmat karunia Tuhan.
Bagian akhir dari surah al-Rahman ini bercerita tentang perempuan-perempuan cantik. Perempun surgawi disebut bidadari, dewi-dewi kayangan dan putri-putri cantik jelita di alam suci penuh mahligai cinta. Kita menyebutnya surga.
Surah al-Rahman ini merupakan salah satu surah yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Karenanya ia disebut sebagai surah Makkiyah. Dalam urutan surah Mushaf Utmani, surah ini berada diurutan ke 55 dan terdiri dari 78 ayat.
Dari 78 ayat tersebut, ada 31 ayat yang diulang-ulang dengan indah:
فَبِأَيِّ أٓلاَءِرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhanmu (wahai jin dan manusia) yang manakah yang kamu dustakan?"
Ayat-ayat ini diulang-upang dengan indah seindah nama surahnya, al-Rahman, Tuhan Yang Maha Pengasih.
Di tengah malam yang sunyi, coba kamu dengarkan dari HPmu siara merdua mp3 atau video orang yang membaca surah ini dan kemudian selami ia dengan penuh kontemplasi dan introspeksi diri. Maka suara merdu dan kandungan makna di dalamnya akam membawa kita pada alam kesadaran dan pencerahan bahwa kita banyak melupakan dan tidak bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan.
Tidak hanya al-Rahman saja yang mengulang-ulang dengan indah salah satu ayatnya. Mazmur pun demikian. Ya, Mazmur pasal 136 juga mengulang-ulang dengan indah ayat "bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" sebanyak 26 kali.
al-Rahman surah paling saya s**a dari al-Qur'an sebagaimana Mazmur atau Zaburnya Nabi Dawud ini adalah surah paling saya cinta dari Alkitab. al-Rahman dan Mazmur keduanya bersenandung tentang cinta dan kasih sayang.
"Di dalam surga itu ada para bidadari yang cantik nan jelita. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" [al-Rahman 70-71].
"Bersyukurlah kepada Allah semesta langit ! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." [Mazmur 136: 26].