KOI – Convivia of Slow Food International
Small leap of Indonesian Organic Community in a Global Network
What is Slow Food? Apa itu Slow Food? Slow Food was founded in 1989 to counteract fast food and fast life, the disappearance of local food traditions and people’s dwindling interest in the food they eat, where it comes from, how it tastes and how our food choices the world around us. Slow Food
di dirikan pada tahun 1989 untuk melawan makanan siap saji dan gaya hidup serba instant, menghilangnya makanan tradisi lokal dan ketidakpedulian masyarakat terhadap apa yang mereka makan, dari mana asal makanannya, bagaimana rasanya, dan bagaimana pengaruh dari makanan yang kita makan terhadap lingkungan sekitarnya. Today the Slow Food Association is a vast network of 100.000 members from 150 countries, grouped in local chapters called convivia, who are working together to defend their local culinary culture. Saat ini Slow Food Associaton memiliki jaringan sebanyak 100.000 anggota yang berasal dari 150 negara, tergabung didalam kelompok-kelompok lokal yang dinamakan convivia. Masing-masing convivia ini bekerja bersama untuk mempertahankan dan melestarikan budaya dan produk makanan asli daerah. Slow Food approach to agriculture, food production and gastronomy is based on a concept of food quality defined by three interconnected principles:
Pendekatan gerakan Slow Food terutama pada Agrikultur / Pertanian, Produk Makanan dan Gastronomi / Ilmu mengenai Cara Makan. Konsep dari kualitas makanan ini di dasari oleh tiga prinsip yang saling bertalian:
GOOD a fresh and flavorsome seasonal diet that satisfies the senses and is part of local cultures
BAIK. Makanan yang baik, segar dan bercita rasa tinggi serta mengikuti musimnya, yang memuaskan selera, dan merupakan bagian dari budaya lokal. CLEAN produced in harmony with the environment and human health
BERSIH. Diproduksi selaras dengan alam dan lingkungan, serta kesehatan manusia
FAIR accessible prices for consumers and fair conditions and pay for small-scale produces
ADIL. Harga yang wajar dan terjangkau untuk konsumen dan kondisi serta bayaran yang adil bagi produsen berskala kecil. We believe EVERYONE must have access to good, clean and fair food
Kami percaya bahwa SETIAP ORANG harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan makanan yang baik, bersih dan adil. The Convivia, or local chapters, spread the Slow Food philosophy far and wide and make it real. Today, more than 1300 convivia around the world form the backbone of Slow Food. Convivia, atau kelompok lokal, menyebarkan filosofi Slow Food secara jauh dan luas, dan membuatnya menjadi nyata. Kini ada lebih dari 1300 convivia di seluruh dunia dan menjadi tulang punggung dari gerakan Slow Food. KOI as a Convivia
KOI sebagai Convivia
KOI represented by Bu Bibong & Pak Joko, Pak Adi Kharisma, Mike Rini and Emille, was appointed as first 5 members of Convivia. As a start, we named it Slow Food Jakarta – Indonesia. Later on, Jakarta will disperse to the Country names, as KOI members are spread all over Indonesia. KOI yang diwakili oleh Ibu Bibong dan Pak Joko Prakoso, Pak Adi Kharisma, Mike Rini dan Emille, ditunjuk sebagai 5 anggota pertama Convivia dari Slow Food. Sementara kita namakan Slow Food Jakarta – Indonesia. Nanti nama ‘Jakarta’ akan terserap kedalam Indonesia karena member KOI sendiri sudah tersebar di seluruh Indonesia. KOI vision of: Indonesia a Better Place for Living, and one of it’s mission of giving quality healthy food to everybody, is just like finding same birds in a same flock. Visi KOI yang adalah: Indonesia menjadi tempat tinggal yang lebih baik, dan salah satu misi nya yaitu memberikan makanan sehat dan berkualitas bagi seluruh rakyat, ketika bertemu dengan Slow Food ini bagai bertemu teman-teman dalam satu kelompok yang sama. With Slow Food Association worldwide, KOI is ready to spreading the news about Indonesian authenticity products of our farmers and food artisans, while keeping the environment healthy. Dengan Asosiasi Slow Food yang mendunia, KOI siap untuk menyebarkan berita mengenai produk Indonesia asli dan otentik hasil para petani kita dan produsen tulen makanan tradisional, sambil menjaga lingkungan tetap sehat. Together with Slow Food network all around the world, KOI feels a lot more confidence to accomplish our mission platform of People, Planet, Profit and Patriotic. Bersama jaringan Slow Food di seluruh dunia, KOI merasa jauh lebih percaya diri untuk dapat menggapai misi dengan kerangka dasar Kemasyarakatan, Lingkungan Hidup, Keberlanjutan Usaha dan Kebanggaan Berbangsa. For the better Indonesia! Untuk Indonesia yang lebih baik! Ubud, Bali. May 25-26, 2012
Catatan tepi: Dari konferensi yang diadakan di Bali, hampir seluruh pesertanya adalah orang asing / bule. Mereka sangat kuatir dengan keberadaan makanan budaya asli Indonesia yang dipandangnya sangat kaya raya ini. Mengapa mereka yang lebih peduli terhadap makanan dan budaya asli Indonesia? Kemanakah orang Indonesia selama ini? Ayo tunjukkan bahwa kita peduli…
Nyatakan niat Anda untuk ikut bergabung ke dalam gerakan Slow Food ini, tunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa, dan orang Indonesia yang membawanya ke dunia Internasional! (Kirim Nama Lengkap, Alamat Pos, No. Telpon, Alamat E-mail ke [email protected], beri judul JOIN SLOW FOOD)
Silakan tambahkan kesan pesan mengenai Slow Food ini, bila ada. KOMUNITAS ORGANIK INDONESIA